Singapore Airlines (SIA) membuka fasilitas pelatihannya untuk umum selama empat hari. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi bertahan hidup maskapai di tengah pandemi virus Corona yang membuat industri penerbangan anjlok.
Singapore Airlines memang sangat mengandalkan penerbangan internasional dikarenakan maskapai tak mempunyai pasar penerbangan domestik. Praktis, kondisi tersebut tak bisa membuat perusahaan berharap banyak pada penerbangan.
Karenanya, sejak beberapa bulan lalu, maskapai terbaik dunia tahun 2019 versi Skytrax ini meluncurkan lini bisnis baru semata demi mencetak pundi-pundi uang, mulai dari makan siang mewah di pesawat Airbus A380, layanan pesan-antar (delivery) sajian mewah khas penerbangan, program pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) lewat Singapore Airlines Academy, serta tur keliling fasilitas pelatihan maskapai.
Dilansir Simple Flying, SIA menawarkan pengalaman seru berkeliling pusat pelatihan maskapai dengan biaya terjangkau, sebesar $15 atau sekitar Rp225 ribu (kurs 14.800) untuk anak-anak berusia 3-12 tahun dan $30 atau sekitar Rp450 ribu (kurs 14.800) untuk orang dewasa.
Disebut terjangkau, sebab, hanya dalam satu jam, tiket tur keliling fasilitas maskapai itu sudah ludes terjual. Selain harganya yang terjangkau, ini merupakan untuk pertama kalinya SIA membuka fasilitas pelatihan mereka bagi publik. Tak ayal, warga Singapura antusias menyambutnya.
Selama beberapa jam, peserta tur keliling fasilitas pelatihan Singapore Airlines akan disuguhkan rahasia sukses maskapai, mulai dari mengunjungi heritage center, wine appreciation room, etiquette training room, makeup training room, mockup pesawat, evacuation slides and wave pool, flight simulator, serta makan mewah di restoran A380 SIA.
Sebagaimana namanya, masing-masing ruangan di fasilitas pelatihan memiliki ciri khas tersendiri. Heritage center menampilkan sepak terjang Singapore Airlines sejak pertama kali berdiri pada 28 Januari 1972 dan masih dipandang sebelah mata, mulai diakui, sampai akhirnya menjadi langganan pemenang penghargaan tingkat dunia.
Di wine appreciation room, peserta memang hanya disuguhkan pemandangan ruangan berseta pernak-perniknya; begitu juga di etiquette training room, mockup pesawat, dan safety slide & pool. Namun, di sini (wine appreciation room), peserta tur juga dimungkinkan untuk mencicipi langsung wine khas maskapai, sebelum atau sesudah tur, dengan tambahan biaya sebesar SGD40.
Senada dengan wine appreciation room, peserta juga bisa turut merasakan sensasi menjadi kru SIA saat di ruang rias atau makeup training room dengan tambahan biaya sebesar SGD100. Dengan harga segitu, nantinya peserta tur akan dibukakan rahasia cantik dan anggun khas pramugari Singapore Airlines.
Pun demikian dengan flight simulator Singapore Airlines, peserta tur keliling fasilitas pelatihan maskapai juga bisa turut serta merasakannya, dengan biaya tambahan sebesar SGD535 selama 75 menit. Harga itu termasuk menjajal flight simulator 777, 737 MAX, dan 787. Sayangnya, itu tidak termasuk flight simulator pesawat-pesawat Airbus.
Baca juga: Singapore Airlines Luncurkan Tempat dan Alat Makan Ramah Lingkungan dari Kertas dan Bambu
Tak lupa, SIA juga menunjukkan cara maskapai menghadirkan produk-produk atau penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, baik di udara maupun di darat.
Sebetulnya, dari rangkaian tur keliling ini, ada satu ruangan penting namun tak termasuk paket tur. Ruangan itu adalah fasilitas gym staf SIA. Fasilitas gym diakui oleh SIA sebagai salah satu pendukung kesuksesan maskapai, dengan memperhatikan gizi, penampilan, di bawah bimbingan pelatih kebugaran dan konsultan nutrisi.