Light Rail Transit (LRT) Palembang yang sudah beroperasi sejak Asian Games 2018 kemarin, dalam waktu dekat akan menerapkan tiket terusan. Tiket terusan ini bersama dengan Bus Rapid Transit (BRT) sehingga penumpang yang naik Trans Musi kemudian menyambung LRT atau sebaliknya hanya akan membayar sekali tiket saja.
Baca juga: Tambah Trainset, Kemenhub: Dua Pekan Evaluasi LRT Palembang
Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Direktur Operasional PT SP2J Anthoni Rais mengatakan, pihaknya tengah melakukan rapat untuk pembahasan kapan akan mulai menerapkan tiket terusan Trans Musi dan LRT Palembang. Dia menyebutkan tiket terusan tersebut nantinya untuk mendukung kedua moda transportasi sebagai feeder dan mendukung satu dengan yang lainnya.
Tiket terusan ini akan dibedakan antara pelajar dan umum dimana para pelajar yang menggunakan Trans Musi dan menuju stasiun LRT terdekat akan dkenakan biaya Rp5 ribu dan saat naik LRT tidak akan membayar lagi. Sedangkan untuk masyarakat umum tiket terusan adalah Rp7 ribu rupiah.
Bagi mahasiswa yang menuju ke Indralaya akan dikenakan tarif Rp12 ribu. Anthoni mangatakan, dengan diterapkannya tiket terusan, maka, penumpang di seluruh kawasan Palembang bisa terlayani.
“Saya misalkan ada penumpang dari Plaju mau ke Indralaya maka terlebih dulu menaiki trans musi menuju stasiun Polresta kemudian dari sana akan diantar menggunakan LRT menuju OPI kemudian dari OPI baru diantar ke Indralaya,” ujarnya.
Antoni menambahkan, dalam mendukung kebijakan itu, pihaknya sudah mendapatkan bantuan sebanyak 15 bus Trans Musi dari Kementerian Perhubungan dengan kapasitas 22 penumpang. Bus tersebut akan ditempatkan di rute baru yakni dari Kenten Laut menuju Asrama Haji kemudian disambung dengan menaiki LRT.
“Mobilnya sudah kami terima, kami masih urus surat menyurat untuk mulai beroperasi, ” kata dia.
Baca juga: Berbalut Kostum Power Ranger, Baim Wong Kejutkan Penumpang LRT Palembang
Menurut dia, saat ini ada 107 unit trans musi yang beroparasi di dalam kota Palembang. Jumlah armada ini bisa melayani penumpang yang transit menggunakan LRT.
“Tahun depan kita ajukan bantuan lagi ke pusat, mudah mudahan kembali bisa dibantu, ” kata dia.
Sedangkan untuk masalah pembagian hasilnya, Anthoni menjelaskan, “Nanti penghasilan penjualan tiket akan kami bagi antara bus trans musi dan LRT.”