Sebuah startup asal Israel, Eviation tengah merancang sebuah moda udara berbasis tenaga listrik – dimana rencananya moda ini akan diluncurkan pada tahun 2021 mendatang. Adalah Alice, moda yang nantinya akan menggunakan sistem Fly-By-Wire (FBW) ini hanya mampu mengangkut sembilan penumpang saja per perjalanannya. Dengan menggunakan tiga propeller, Alice mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 240 knot atau yang setara dengan 444 km per jam.
Baca Juga: Inggris Berdayakan Drone Untuk Pantau Para Pelanggar dan Inspeksi Jalur Kereta
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, tiga propeller yang ada pada Alice ini memiliki fungsinya masing-masing – satu pada bagian ekor berperan sebagai pusher utama, sedangkan dua lainnya yang ada pada bagian sayap bertugas untuk mengurangi hambatan, menciptakan redudansi, dan meningkatkan efisiensi.
Efisiensi tersebut akan menekan biaya penumpang per-mil setidaknya hingga empat kali lebih rendah ketimbang pesawat jenis lain. Tidak hanya ditujukan sebagai pesawat penumpang, Alice juga dapat ditujukan sebagai pesawat nirawak untuk mengangkut kargo atau untuk mereposisi ulang pesawat untuk penerbangan terjadwal berikutnya.
Pesawat dengan panjang sekitar 12 meter dan bentang sayap 15,2 meter ini sendiri memiliki kapasitas baterai lithium-ion hingga 980 kWh. Sebelum diluncurkan pada tahun 2021 mendatang, Eviation rencananya akan terlebih dahulu mensertifikasi mahakaryanya tersebut di bawah Federal Aviation Regulations (FAR) Part 23 untuk Instrument Flight Rules (IFR).
Sebenarnya, Eviation mengarahkan Alice untuk menyanggupi dua desain sekaligus – pertama adalah untuk taksi udara (diluncurkan tahun 2021), sedangkan satunya lagi untuk Extended-Range (ER) Executive Aircraft yang rencananya akan dirilis pada tahun 2023.
Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara
Jika digolongkan sebagai kelas drone, jelas Alice akan mengungguli semua pesaingnya. Bagaimana tidak, Alice digadang-gadang mampu menembus jarak 650 mil atau yang setara dengan 1.046 km! Kecepatan dari Alice pun tidak bisa dianggap remeh, dimana pesawat ini mampu menempuh jarak 444 km dalam waktu satu jam.
Dengan mengandalkan tenaga listrik yang tersimpan di dalam baterai lithium-ion, sudah barang tentu pesawat ini ramah lingkungan tanpa harus mengesampingkan tugas utamanya untuk mengantarkan penumpang via jalur udara.