Self healing terlebih setelah mengalami pahitnya putus cinta memang banyak caranya. Anda bisa makan sepuasnya, marathon film, curhat ke sahabat, atau hal-hal lain yang bisa membuat lekas move on. Tapi, nampaknya bagi para penggemar bus, touring adalah sebaik-baiknya self healing terutama bagi yang baru saja putus cinta.
Baca juga: Bagi Penggemar Bus, Sebutan Mudik adalah Touring
Ignatius Sindhu, seorang penggemar bus membagikan ceritanya kala dirinya dirundung pilu selepas patah hati. Luka batin yang Ia alami membuatnya harus tetap menjalani kehidupan ini. Ignatius tak mau berlama-lama tenggelam meratapi kandasnya hubungan cinta yang Ia jalani.

Karawang – Denpasar jadi obat patah hati baginya. Perjalanan ini tentu menggunakan bus. Terlepas di tempat tujuan hanya sebentar, dirinya menitikberatkan pada sensasi perjalanan yang ia lakukan sebagai pelipur lara yang Ia rasakan.
“Waktu itu saya habis patah hati, kebetulan. Jadi emang mau nenangin perasaan yang lagi gak karuan” ujar Sindhu memulai ceritanya.
“Karawang – Denpasar jadi destinasi perjalanan saya. Saya sebenarnya juga penasaran sama bus-bus di jalur ini. Mulai deh lihat-lihat trip report di youtube,” tambahnya.
Perjalanan yang dilakukan Sindhu tidak menggunakan satu bus saja untuk ke Denpasar, melainkan estafet. Estafet yang dimaksud adalah menggunakan beberapa bus dengan dari satu kota ke kota lainnya, bukan menggunakan bus yang langsung turun di Denpasar.

“Waktu itu saya estafetan ke Denpasar. Jadi dari Karawang naik Sudiro Tungga Jaya ke Solo, dari Solo lanjut ke Denpasar dengan bus Mansion. Saya sampai Denpasar jam 07.30 pagi, siangnya langsung balik lagi ke arah barat. Ke Kudus naik Surya Bali sekitar jam 12 siang. Jadi ya di pulau dewata gak sampai lima jam,” ujar Sindhu.
Baca juga: Elora Azalia, Penggemar Bus Perempuan – “Cinta Bus Sejati Tanpa Mencari Sensasi”
“Saya rasa ketimbang melarikan diri dengan cara negatif, mungkin naik bus jadi pilihan untuk mengobati patah hati, terlebih saya ini kan juga seorang penggemar bus. Melampiaskan kekecewaan dengan pergi ke tempat yang belum pernah dituju dengan naik bus, dengan melupakan sejenak apa yang sedang terjadi. Buat saya benar-benar bisa jadi obat patah hati saya,” ungkapnya. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)