Memiliki moda transportasi massal terbaru sudah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat. Bahkan moda sarana transportasi massal berbasis rel mulai mengular baik di ibukota Jakarta, daerah penyanggah seperti Depok dan Bekasi hingga luar kota di Sumatera Selatan tepatnya Palembang.
Baca juga: Jelang Beroperasi Penuh, Sebenarnya Berapa Tarif Tiket MRT Jakarta?
Moda tersebut yakni MRT Jakarta, LRT Palembang, LRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Hampir keseluruhannya sudah berjalan seperti LRT palembang dan MRT Jakarta serta LRT Jakarta diperkirakan mulai beroperasi di tahun 2019 ini. Kereta-kereta ini sendiri sudah ditunggu oleh masyarakat, bahkan pada tahap uji coba pun terlihat antusias untuk menikmati moda baru itu.

Karena tergolong megastruktur yang dibangun secara masif, urusan biaya untuk mewujudkan proyek LRT dan MRT pun pastinya tak murah. Nah, bakal menjadi moda transportasi bagi kaum urban, tentu ada baiknya bagi kita mengenal besaran biaya implementasi dari kedua wahana yang berjalan di rel tersebut.
Dilansir KabarPenumpang.com dari lalam akun Instagram PT Adhi Karya, biaya pembangunan tiap moda berbasis rel tersebut berbeda antara satu dengan lainnya. Hal ini dikarenkan LRT dan MRT yang ada di Jakarta memiliki tujuan yang berbeda dan panjang rutenya pun tak sama.
Sehingga ini menjadi dasar pembiayaan setiap proyek berbeda, meski beberapa strukturnya memiliki persamaan. Seperti pada pembangunan LRT Jabodebek tahap 1, dengan struktur yang melayang dan memiliki panjang 44,43 km, maka total biaya yang diperlukan untuk pembangunannya mencapai Rp22,8 triliun atau sebesar Rp513,8 miliar per km-nya.
Kemudian LRT Jakarta dengan struktur layang sepanjang 5,8 km menghabiskan biaya Rp5,9 triliun atau RP1,02 triliun per km. Sementara, LRT di Palembang sepanjang 23,4 km dengan struktur melayang total biaya pembangunan mencapai Rp10,9 triliun atau sebesar Rp466,6 miliar per km.
Berbeda dengan pembangunan LRT, MRT pada sebagian struktur jalur layangnya sepanjang sepuluh kilometer total biaya pembangunan mencapai Rp10,9 triliun atau sebesar Rp1,09 triliun per km.
Baca juga: LRT Jakarta Fase I Diperkirakan Beroperasi Pada Januari 2019
Hal ini dikarenakan, MRT memiliki jalur bawah tanah sepanjang enam kilometer. Perbedaan ini sendiri ternyata tak hanya berdasarkan panjang rute, tetapi juga teknologi yang digunakan berdampak pada biaya pembangunan moda transportasi massal berbasis rel tersebut.