Saturday, April 5, 2025
HomeBandaraPasca Insiden AirAsia Rute Perth-Bali, KNKT Australia Rekomendasi Tinjau Ulang Instruksi Keselamatan

Pasca Insiden AirAsia Rute Perth-Bali, KNKT Australia Rekomendasi Tinjau Ulang Instruksi Keselamatan

Menindaklanjuti insiden respon awak kabin yang dianggap terlalu berlebihan manakala pesawat mengalami depresurisasi di penerbangan AirAsia Indonesia rute Perth – Bali pada 15 Oktober 2017 silam, Australian Transportation Safety Bureau (ATSB) telah melayangkan rekomendasi keselamatan terhadap pihak maskapai. Badan semacam Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) asal Negeri Kangguru ini mengatakan bahwa pihak AirAsia Indonesia harus meninjau ulang materi pengarahan keselamatan penumpang guna memastikan instruksi tentang tata cara menggunakan masker oksigen yang benar dan efektif.

Baca Juga: Bikin Panik! Awak Kabin AirAsia Teriakkan Hal Tak Penting Ketika Pesawat Alami “Depresurisasi”

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman theedgemarkets.com (28/11),  ATSB menambahkan bahwa rekomendasi ini mengikuti hasil investigasi pasca insiden yang terjadi di dalam pesawt Airbus A320 ini. ATSB mengatakan bahwa selama pendakian pesawat (climbing), kru penerbang mulai menurunkan ketinggian jelajah ke level 10.000 kaki sebagai tanggapan atas kerusakan yang terjadi pada sistem tekanan dalam kabin.

“Kapten membuat pengumuman kepada penumpang yagn menginformasikan bahwa pesawat akan melakukan pendaratan darurat dan meminta penumpang untuk secara manual memasang masker oksigen,” ujar pihak ATSB.

“Namun, beberapa masker oksigen tidak berfungsi dan penumpang kalang kabut di dalam kabin untuk mencari masker oksigen yang berfungsi,” sambungnya.

Menurut survei yang dilakukan oleh ATSB, para penumpang mengingat bahwa awak kabin sempat meneriakkan beberapa perintah, seperti ‘BRACE’, ‘GET DOWN’, dan ‘CRASH POSITION’ – dimana hal ini berimbas pada meningkatnya level kepanikan penumpang di dalam kabin.  Beruntung, pesawat berhasil mendarat di Bandara Perth dengan selamat, tanpa ada kru atau penumpang yang mengalami cidera.

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh ATSB pula, mereka menemukan bahwa briefing keselamatan yang dilakukan oleh pihak AirAsia Indonesia terhadap cara mengaktifkan masker oksigen terbilang tidak cukup jelas.

Baca Juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Beberapa kantung di masker oksigen tidak mengembang yang menandakan tidak ada aliran oksigen di dalamnya, dan kondisi seperti inilah yang membuat suasana di dalam kabin semakin panik – mengingat absennya instruksi tentang cara mengaktifkan masker oksigen secara manual.

Menanggapi rekomendasi yang ditelurkan oleh ATSB tersebut, pihak AirAsia Indonesia menerima dan akan mempertimbangkan terlebih dahulu terkait munculnya rekomendasi terkait.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru