Pagelaran Dubai Airshow yang diadakan dari tanggal 12 hingga 16 November 2017 akan menjadi momen prestisius bagi Airbus untuk memamerkan beberapa inovasi yang telah mereka ‘godok’ sebelumnya. Tidak hanya memajang berbagai teknologi, produk, dan layanan inovatif dari pesawat komersialnya saja, melainkan perusahaan aeronautika berbasis di Toulouse, Perancis ini juga memamerkan inovasi di helikopter militer, hingga sistem ruang angkasanya.
Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380
Momentum ini menjadi sangat penting bagi Airbus karena diketahui mereka tengah melebarkan sayap mereka di kawasan Uni Emirat Arab dan sekitarnya. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman arabiangazette.com (12/11/2017), ada banyak pesawat operasional dan pengembangan Airbus yang dapat dilihat di area display statis, termasuk A350-900 – bagian dari keluarga besar A350 XWB all-new – yang juga rencananya akan melakukan demo terbang.
Selain itu, Airbus juga akan menampilkan jet eksekutif ACJ 319ceo dalam kemitraannya bersama Comlux, perusahaan penerbangan charter yang berbasis di Swiss. Sementara itu, Airbus Defense and Space juga memamerkan A400M New Generation Airlifter, sebuah teknologi yang diketahui berperan penting dalam operasi bantuan pasca badai Karibia. Jangan lupakan EADS CASA C-295, gunship terbaru yang dirilis oleh Airbus Defense and Space.
Masih banyak produk yang dipajang Airbus dalam pameran ini, seperti helikopter H160, NH90, hingga satelit telekomunikasi SES-12. Pengunjung juga dapat belajar tentang Zephyr, High Altitude Pseudo-Satellite (HAPS) yang berjalan secara eksklusif untuk tenaga surya sebagai pelengkap surveilans dan komunikasi berbasis satelit.
Selain itu, para pengunjung juga dapat menjajal kabin Airbus A330neo terbaru, yang diketahui Airbus telah merombak total isi kabinnya dengan peralatanberteknologi tinggi sehingga dapat meningkatkan pengalaman para penumpangnya. Namun, terdapat sebuah ironi dibalik turut sertanya Airbus di perhelatan Dubai Airshow 2017 ini.
Pada awal bulan lalu, saham Airbus mengalami kejatuhan di perdagangan awal pekan, ketika para pelaku pasar menghubungkannya dengan peringatan yang dilontarkan oleh Tom Enders, selaku CEO Airbus bahwa produsen pesawat asal Eropa tersebut terancam terkena denda. Hal itu terkait dengan penyidikan korupsi yang sedang berlangsung, termasuk terkait suatu penjualan jet-jet tempur kepada Austria.
Mungkin ikut sertanya Airbus dalam perhelatan Dubai Airshow 2017 ini merupakan usaha yang dilakukan untuk kembali meningkatkan sahamnya setelah sempat anjlok seperti yang sudah disebutkan di atas. Terlepas dari hipotesa di atas, Airbus tetap berada di ‘landasannya’ dan tetap berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya.