Sunday, April 6, 2025
HomeHot NewsNTT DOCOMO dan Space Compass Bermitra dengan Airbus dalam Proyek HAPS

NTT DOCOMO dan Space Compass Bermitra dengan Airbus dalam Proyek HAPS

Sebuah konsorsium bisnis Jepang (“Konsorsium Jepang”) yang dipimpin oleh NTT DOCOMO, Inc (“NTT DOCOMO”) dan Space Compass Corporation (“Space Compass”), bersama dengan Mizuho Bank Limited dan Development Bank of Japan Inc, telah berkomitmen untuk menginvestasikan 100 juta dolar AS di AALTO HAPS Limited (“AALTO”), yang memproduksi dan mengoperasikan Zephyr, sebuah wahana dirgantara dengan ketinggian terbang tingkat atas (High Altitude Platform Station/HAPS) di stratosfer yang ditenagai oleh energi surya. Investasi ini akan dilakukan melalui wadah investasi Konsorsium Jepang, HAPS JAPAN Corporation.

Baca juga: DoCoMo dan JR Central Uji Coba Jaringan 5G di Kereta Shinkansen Model N700S

Investasi ini menandai dimulainya aliansi strategis untuk mengkomersialkan layanan konektivitas dan pengamatan bumi menggunakan HAPS di Jepang dan di seluruh Asia. Investasi ini juga akan mendukung rancangan industri dan komersial untuk layanan AALTO, dengan target peluncuran di Jepang dan peluncuran global pada tahun 2026.

Mengudara selama berbulan-bulan di stratosfer, Zephyr menawarkan kemampuan yang membawa transformasi dalam konektivitas seluler dan pengamatan bumi. Sebagai platform yang mampu membawa berbagai muatan, Zephyr dapat bertransformasi menjadi menara multi-fungsi di angkasa untuk menyediakan layanan konektivitas seluler langsung-ke-perangkat 5G dengan latensi rendah. Dengan memanfaatkan layanan pengamatan bumi Airbus, Strat-Observer, Zephyr juga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai aplikasi pemantauan, pelacakan, penginderaan, dan deteksi. Oleh karena itu, AALTO berada di posisi yang tepat untuk menangani berbagai kasus penggunaan, seperti memperluas cakupan operator jaringan seluler (MNO) dan menyediakan konektivitas berkapasitas tinggi, termasuk mendukung respons Jepang terhadap bencana alam.

Investasi ini memperdalam kolaborasi yang telah berlangsung lama antara AALTO, NTT DOCOMO dan Space Compass, sebuah perusahaan patungan antara NTT dan SKY Perfect JSAT yang berfokus pada pembangunan Jaringan Komputasi Terintegrasi Antariksa. Rencana untuk mengkomersialkan HAPS dimulai dengan kesepakatan untuk menjajaki kolaborasi dengan AALTO yang ditandatangani pada tahun 2022. Bersamaan dengan investasi ini, AALTO dan Space Compass juga akan menandatangani perjanjian komersial yang akan memperdalam keterlibatan mereka di Jepang dan Asia dalam beberapa tahun mendatang.

Airbus Defence and Space akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas AALTO. Investasi ini mengacu pada persetujuan akhir dan peraturan yang berlaku.

Takaaki Sato, Chief Technology Officer NTT DOCOMO, mengatakan: “NTT DOCOMO terus meningkatkan kualitas jaringan dan telah berfokus untuk membangun pembaharuan teknologi baru yang meningkatkan akses ke layanan konektivitas. Bekerja sama dengan mitra kami, Space Compass, AALTO dan Airbus, kami sangat antusias dengan potensi solusi NTN berbasis HAPS. Teknologi ini menyatukan teknik mutakhir yang unik dengan keekonomisan yang selaras untuk memperluas cakupan ke daerah pedesaan dan terpencil, serta mendukung respons kolektif kami terhadap bencana alam.

“Bersama dengan mitra kami di Konsorsium, kami berharap dapat bekerja sama secara strategis dengan AALTO untuk memanfaatkan Zephyr dalam mentransformasi pengalaman pelanggan.”

Shigehiro Hori, Co-Chief Executive Officer Space Compass Corporation, berkomentar: “Jaringan non-terestrial memiliki potensi untuk mengubah ekosistem komunikasi Jepang, menyediakan akses konektivitas di area yang sulit dijangkau sekaligus mendukung respons terhadap keadaan darurat. Jepang memiliki banyak pulau terpencil dan daerah pegunungan, di mana terdapat sejumlah solusi konektivitas yang kurang ekonomis. Hubungan strategis kami dengan AALTO, yang didukung oleh inovasi teknologi dan peluang pasar konektivitas, akan membantu kami membangun infrastruktur telekomunikasi baru di area tersebut dan selama era penurunan populasi.”

Koichiro Matsufuji, Co-Chief Executive Officer Space Compass Corporation, menambahkan: “Sebagai teknologi HAPS terdepan di sektornya, Zephyr merupakan kemampuan unik yang akan kami manfaatkan di tahun-tahun mendatang. Kami ingin menciptakan kisah sukses penggunaan teknologi ini di Jepang dan memperluasnya ke Asia.”

Jean-Brice Dumont, Head of Air Power at Airbus Defence and Space and Chair AALTO Board of Directors, mengatakan: “Setelah satu dekade dikelola oleh Airbus Defence and Space, Zephyr telah memantapkan dirinya sebagai platform HAPS terkemuka di dunia. Zephyr memainkan peran kunci bagi ekosistem ruang angkasa dan pertahanan, yakni melayani sektor komersial dan pemerintah dari stratosfer. Dengan pembentukan HAPS Services Business (layanan bisnis) khusus pada tahun 2022, AALTO telah berhasil mencapai posisi terdepan di industri ini.”

“Airbus Defence and Space telah meningkatkan kemitraannya dengan NTT, NTT DOCOMO dan SKY Perfect JSAT, sekaligus menunjukkan kemampuan portofolionya di kawasan Asia-Pasifik. AALTO kini memiliki investor terkemuka untuk mendorong rencana pertumbuhannya yang ambisius di masa mendatang.”

Samer Halawi, Chief Executive Officer AALTO, menyampaikan: “Investasi ini merupakan tonggak penting bagi AALTO – yakni sebagai tahapan selanjutnya dalam rancangan perusahaan yang ditargetkan untuk mulai beroperasi pada tahun 2026, seiring dengan upaya kami dalam industrialisasi dan komersialisasi teknologi. Bersama dengan para pemimpin dunia di bidang penerbangan dan konektivitas sebagai pemegang saham, AALTO kini memiliki kombinasi keahlian teknologi dan jangkauan global untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di pasar yang dapat dijangkau secara luas di bidang konektivitas dan pemantauan bumi.”

“Investasi ini dilakukan seiring dengan langkah AALTO memasuki fase pengembangan berikutnya. Hal ini termasuk meluncurkan beberapa misi dari pelanggan di tahun mendatang, membangun lokasi peluncuran dan pendaratan untuk Zephyr, dan memajukan proses sertifikasi kami. Kami sangat antusias untuk membangun batas baru dalam konektivitas berkelanjutan dan pengamatan bumi dari stratosfer, sambil menghasilkan nilai yang signifikan bagi semua pemangku kepentingan kami.”

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru