Singapore Airlines, maskapai penerbangan dengan status sebagai penerima penghargaan paling banyak di dunia, dinilai sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia. Tentu sangat sejalan dengan ratusan penghargaan yang diterimanya. Namun, apa jadinya, bila di dalam hidangan sekelas maskapai terbaik di dunia terdapat sebuah benda tajam yang mungkin saja bisa berujung hilangnya nyawa penumpang?
Baca juga: Youtuber Asal Jerman Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Review Singapore Airlines
KabarPenumpang.com menukil dari laman samchui.com, Rabu, (19/2), belum lama ini pemberitaan penerbangan internasional dihebohkan dengan kabar tak sedap tentang Singapore Airlines. Hal itu akibat dari ulasan seorang penumpang lewat WeChat mengenai pengalamannya terbang bersama Singapore Airlines SQ285 Suites dari Singapura ke Auckland pada 1 Januari 2020 lalu.
Dalam ulasan menyeluruh dari ruang tunggu untuk check-in dan naik pesawat A380, penumpang menulis bahwa dia “cukup beruntung” untuk merasakan benda tajam di mulutnya sambil menyeruput sup jamur labu. Setelah menemukan sekrup di dalam hidangan supnya, penumpang tersebut mengaku tidak lagi memiliki nafsu makan.
“Saya mengeluarkan sekrup logam dan semua kru mungkin mereka kencing di celana melihat sekrup itu ketika saya menunjukkannya,” tulisnya.

Menanggapi hal tersebut, melalui email balasan dari Singapore Airlines (SIA), pihaknya mengaku lalai dan meminta maaf atas kejadian itu. Menurut hasil penyelidikan internal, sekrup tersebut adalah milik blender dari SATS katering. Tidak dijelaskan lebih detil bagaimana proses hilangnya sekrup tersebut dari blender.
Yang jelas, dengan adanya insiden tersebut, pihak SIA mengaku akan menerapkan sistem deteksi logam untuk semua makanan yang disajikan maskapai asal Singapura tersebut. Di samping itu, SIA juga akan melakukan standar tinggi, mencakup pemeriksaan alat-alat dapur, sebelum dan sesudah proses produksi. Bilamana terdapat satu atau beberapa item yang hilang, hal tersebut akan lebih membantu proses filterisasi makanan yang akan dihidangkan ke penumpang.
“Untuk mencegah berulangnya kejadian serupa, katering kami menerapkan deteksi logam untuk semua makanan yang disiapkan di fasilitas mereka dan mereka juga mengeksplorasi peralatan dapur baru yang dapat mengurangi risiko ini. Kami berharap semua makanan kami memenuhi standar keamanan tinggi secara konsisten dan kami kecewa dengan penemuan ini,” kata seorang juru bicara SIA.
Baca juga: Ada Batu di Dalam Salad Dibilang ‘Kacang Kering,’ Air Canada Kena Semprot Penumpang!
Selain mengaku menyesal dan meminta maaf kepada penumpang, ditambah sejumlah mekanisme baru agar kejadian tersebut tak terulang, SIA atau biasa juga disebut SQ juga memberikan voucher senilai 200 dolar Singapura, sekalipun ditolak oleh penumpang yang bersangkutan. “Sulit dipercaya voucher senilai 200 dolar Singapura untuk penumpang suite class akan membenarkan pengalaman yang telah dialami,” tulisnya.
Sebelum adanya kejadian tersebut, penumpang yang menemukan sekrup itu awalnya berencana untuk memberikan bintang lima dari lima bintang yang tersedia dalam perjalanannya dengan SIA. Setelah kejadian itu, ia pun urung melakukannya, tak peduli seberapa hebat perangkat keras yang ada pada A380 dan betapa indahnya kru SIA, ia menyebut sangat memalukan bahwa insiden seperti itu terjadi pada SQ dan bagaimana mereka menanganinya.