Moda transportasi massal di Jakarta saat ini sudah memberikan ruang khusus bagi penumpang wanita baik Kereta Listrik (KRL) maupun TransJakarta. Dan hal tersebut juga akan diikuti oleh Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan beroperasi tiga bulan lagi.
Baca juga: Konstruksi Capai 97,52 Persen, MRT Jakarta Lakukan Fase Parallel Trial Run
Bila pembagian KRL dan TransJakarta untuk wanita cukup jelas dimana KRL di gerbong pertama dan terakhir serta Transjakarta di bagian depan. Lalu bagaimana dengan MRT Jakarta? Ternyata untuk mendapatkan keputusan terkait pengadaan gerbong khusus wanita, PT MRT Jakarta melakukan survei di media sosialnya.
Lebih dari 700 orang yang mengikuti survei hasilnya adalah 64 persen mengatakan perlu adanya gerbong khusus wanita dan 36 persen sisanya menyatakan tidak perlu. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dan mengambil keputusan untuk memberlakukan gerbong khusus wanita di jam-jam tertentu.
“Keputusan yang kami lakukan dengan adanya argumen, kami akan berlakukan di jam-jam tertentu seperti jam sibuk yakni pagi mulai 05.30 sampai 09.00 dan sore pukul 16.00 sampai 19.00 atau 20.00,” kata William kepada KabarPenumpang.com di Metro Coffee, Rabu (27/12/2018).
Dia mengatakan, untuk pembagian gerbong khusus wanita ini belum dibicarakan lebih lanjut untuk menggunakan gerbong yang mana. William berujar, di kereta bagian tengah ada gerbong khusus untuk disabilitas, ada kemungkinan gerbong itu juga akan digunakan khusus wanita atau nantinya ada gerbong lain.
“Kita masih pertimbangkan, belum keputusan. Yang jelas akan ada gerbong perempuan di MRT Jakarta,” jelasnya.
Tak hanya itu, saat ini untuk proses penetapan tarif MRT Jakarta sendiri belum ada keputusan final. William mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan harga Rp8.500 untuk per 10 km, dimana jarak terdekat dengan harga terenda Rp2.200 dan terjauh Rp12.800 untuk perjalanan 13 stasiun.
Baca juga: Terobsesi Jakarta, Banda Aceh Rencanakan Bangun MRT
Diketahui saat ini, progres pengerjaan MRT Jakarta sendiri sudah mencapai 98,10 persen dengan 97,80 persen di elevated dan depo serta 98,41 persen di underground. William menambahkan, untuk pengerjaan di sepanjang jalan Sudirman masih penyelesaian dan Januari-Februari 2019 selesai semua sehingga pada Maret 2019 pengerjaan 100 persen selesai.