Bagi para pengguna layanan Commuter Line di Ibu Kota tentu tidak terlalu asing dengan mesin penjual (vending machine) tiket yang tersedia di beberapa stasiun. Keberadaannya berhasil memangkas antrian yang terjadi di loket umum pembelian tiket, terutama pada peak-hours. Tidak seperti kebanyakan mesin penjual yang lain, vending machine yang tersedia di beberapa stasiun di Ibu Kota bisa memberikan kembalian jika transaksi yang dilakukan para penumpang membutuhkan uang kembali.
Baca Juga: Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi Massal
Begitu juga yang vending machine baru yang ada di Bielefeld, Jerman. Secara keseluruhan, vending machine yang diluncurkan oleh penyedia layanan mobilitas, moBiel ini hampir tidak ada bedanya dengan yang ada di Jakarta, lalu apa poin istimewa dari mesin penjual ini? Ternyata, seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman eurotransportmagazine.com (21/9/2017), ini merupakan vending machine yang dirancang dengan mempertimbangkan para penyandang disabilitas. Diketahui, mesin ini dilengkapi dengan sistem audio yang dapat membantu penumpang tuna netra.
Langkah yang diambil oleh Scheidt & Bachmann, perusahaan yang memproduksi sektiar 100 vending machine ini merupakan bentuk peremajaan model pendahulunya yang telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun. Mengikuti perkembangan jaman, vending machine milik Scheidt & Bachmann ini menggunakan sistem layar sentuh yang lebih modern ketimbang sistem tombol yang terkesan kuno.
Untuk sistem pembayarannya, mesin menerima uang logam dan kertas, tentu saja mesin tidak akan menerima uang kertas yang sudah terlipat, basah, dan usang. Rencananya, Scheidt & Bachmann akan mengembangkan sistem pembayaran non-cash, seperti kartu debit dan kredit. Mesin ini digalang-galang siap menyediakan tiket perjalanan penumpang masa depan yang canggih.
Baca Juga: E-Ticket, Antara Mempermudah Atau Memperkeruh
Seperti yang tertera di laman sumber, moBiel vending machine tidak hanya menyediakan mesin yang dapat memenuhi kebutuhan tiket para penumpang, melainkan juga bisa memberikan informasi seputar moda terkait kepada penumpang. Mesin ini memiliki fitur yang bisa menginformasikan penumpang tentang keberangkatan atau penundaan perjalanan secara real-time, jadwal perjalanan yang lengkap, serta beberapa informasi penting lainnya.
Jika Anda didapati tidak memiliki tiket selama perjalanan, maka Anda bisa membayar denda yang sudah ditetapkan sebelumya di mesin ini pula. Cukup canggih bukan? Di Jakarta sendiri hampir tidak mungkin jika ada penumpang yang tidak memiliki tiket berhasil naik Commuter Line, karena semua KRL Jabodetabek sudah menggunakan sistem tap-cash.