Sebuah penerbangan dengan menggunakan Airbus A380 ber-liverykan maskapai asal Negeri Kangguru, Qantas tampak sudah melakukan rencana penerbangan. Rencananya, penerbangan ini mengudara pada Januari 2020 dari Sydney menuju Orlando via Los Angeles. Beberapa orang percaya bahwa penerbangan ini merupakan penerbangan charter, karena sejatinya, Qantas tidak memiliki rute penerbangan tersebut. Pertanyaannya adalah, siapa yang memesan penerbangan tersebut?
Baca Juga: 10 Kapal Misterius Ini Ditemukan Tanpa Awak
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman onemileatatime.com (10/6/2019), adapun rute yang akan dioperasikan Qantas pada tanggal 19 Januari 2020 tersebut adalah:
QF17 ; Sydney ke Los Angeles ; berangkat pukul 10.25, tiba pukul 05.15 pagi
QF17 ; Los Angeles ke Orlando ; berangkat pukul 07:30, tiba pukul 14:55.
Sedangkan untuk rute sebaliknya pada tanggal 24 Januari 2020, Qantas akan mengoperasikan:
QF18 ; Orlando ke Los Angeles ; berangkat pukul 18:00, tiba pukul 20:20
QF18 ; Los Angeles ke Sydney ; berangkat pukul 22:35, tiba pukul 08:35 (+2 hari)

Setibanya di Orlando, Airbus A380 tersebut akan melakukan tugasnya seperti biasa selama lima hari sebelum akhirnya bertolak kembali menuju Sydney. Jadi di jeda lima hari perjalanan charter misterius tersebut, Qantas akan tetap mengoperasikan penerbangan untuk penumpang konvensional. Tentu saja misteri ini menjadi semakin menarik untuk dibongkar, mengingat kebijakan Qantas untuk mengoperasikan pesawat charter ini di jeda lima hari pesawat tersebut berada di Orlando.
Berbagai spekulasi mulai bermunculan, salah satunya yang paling santer adalah perhelatan Flight Centre Global Gathering. Flight Centre diketahui sebagai agen perjalanan terbesar di dunia dan mereka berbasis di Australia, dan mereka memiliki acara “Global Gathering” setiap tahunnya. Tahun lalu, acara ini diadakan di Berlin dan pihak Flight Centre sampai-sampai men-charter Airbus A380 dari maskapai Etihad.
Baca Juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan
Tapi, acara tahunan ini biasanya diadakan pada bulan Juli – sedangkan penerbangan charter ini terjadi pada bulan Januari. Atau bisa saja pihak Flight Centre memajukan acara Global Gathering menjadi bulan Januari dan spekulasi ini menjadi yang paling dipercaya.
Guna memastikan penerbangan charter tersebut, pihak Qantas yang telah dihubungi masih enggan membeberkan fakta terkait itu. Jadi, penerbangan charter milik siapakah itu?