Bisnis naming rights atau menggunakan nama perusahaan, dalam hal ini, di stasiun LRT Jabodebek semakin diminati. Terbaru, ada tiga perusahaan yang saat ini tengah berproses untuk mendapatkan hak atas penamaan di beberapa stasiun. Lantas, berapa harga yang harus dibayar perusahaan?
Baca juga: KAI dan Bank BNI Resmikan Naming Rights “Stasiun Dukuh Atas BNI”
Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyebut biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan naming rights cukup variatif. Hal itu didasari setidaknya oleh beberapa variabel, seperti letak strategis stasiun dan negosiasi dengan perusahaan.
LRT Jabodebek, lanjutnya, biasa membuka penawaran di angka Rp12M. Pada prosesnya, penawaran tersebut akan terjadi tawar-menawar. Umumnya, angka yang disepakati setelah negosiasi berkisar Rp7M per tahun. Adapun kontrak maksimal lima tahun dan kontrak minimalnya tiga tahun.
“Untuk kontraknya maksimal 5 (lima) tahun, tapi sekarang perusahaan biasanya ini kebanyakan di 3 (tiga) tahun (membeli hak penamaan). Kalau setahun perusahaan sudah banyak yang menolak karena sayang sudah mengubah ini itu tapi hanya setahun,” katanya kepada awak media, Senin (24/2/2025).
LRT Jabodebek diketahui terakhir kali meresmikan naming rights pada 20 November 2024 lalu. Ketika itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Bank BNI meresmikan penamaan atau Naming Rights Stasiun Dukuh Atas menjadi Stasiun Dukuh Atas BNI.
Baca juga: MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian
Melalui program Naming Rights, mitra perusahaan yang bekerja sama akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti penempatan nama brand di media KAI, termasuk aplikasi Access by KAI, situs web resmi KAI, papan penunjuk arah (signage), peta jalur, pengumuman, hingga media publikasi lainnya.
Saat ini, Purnomosidi membocorkan, ada setidaknya tiga perusahaan yang berproses mendapatkan naming rights di tiga stasiun. Tiga itu adalah Visa, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat (AS), untuk di Stasiun Kuningan; Bank Syariah Indonesia (BSI), untuk di Stasiun Cawang; dan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk di LRT Setiabudi.