Pemakaian masker saat ini menjadi hal yang lumrah dilakukan semua orang untuk meminimalisir penularan Covid-19. Ketika naik transportasi umum pun, masker menjadi salah satu hal pertama yang di cek oleh para petugas dan akan menegur saat ada yang tidak mengenakan masker.
Baca juga: Singapura Bedakan Ketentuan Penggunaan Face Shiled dan Masker
Seperti seorang penumpang pria di Prancis yang dipaksa turun karena menolak menggunakan masker. Dilansir KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (19/8/2020), pria yang tak disebutkan namanya ini melakukan perjalanan dengan layanan kereta cepat TGV Paris – Nice pada 16 Agustus ketika dia diminta untuk menggunakan masker yang saat ini wajib di transportasi umum Prancis.
Namun bukannya menggunakan, dia menolak berulang kali dan keputusan akhirnya diambil untuk melakukan pemberhentian tak berjadwal. Pemberhentian ini dilakukan untuk mengusir dan menurunkan pria tersebut dari kereta. Selain diusir dari kereta, pria tersebut juga harus membayar denda sebesar €135 karena tidak mengikuti aturan.
“Kami berhenti sebelum mencapai Marseille dan petugas mengeluarkan penumpang di Creusot di wilayah Saone-et-Loire di timur Prancis. Sayang sekali kami berhenti di sana, tetapi keselamatan dan keamanan semua adalah prioritas utama kami,” kata Alain Krakovitch manajer SNCF Voyage di Twitter.
“Agen keamanan SNCF kami disumpah dan diberi wewenang untuk mengeluarkan denda karena tidak memakai masker. Mereka juga mampu membuat orang yang tidak patuh keluar dari kereta karena mengganggu ketertiban umum,” tulisnya lagi.
Karena hal ini pun seorang penumpang wanita yang juga dalam perjalanan kereta tersebut men-tweet, “TGV saya melakukan pemberhentian yang luar biasa di tengah tempat tinggal untuk mengusir seorang pria yang menolak untuk memakai topeng.”
Dia mengatakan, mereka seharusnya berhenti sebelum Marseille dan orang itu berada di kedalaman Burgundy.
“Bagus sekali tuan, Anda telah membuktikan kepada dua pengawas dan teman sebangku bahwa Anda benar-benar pemberontak. Selamat kembali ke rumah, nikmati pedesaan Burgundy,” tulisnya lagi.
Baca juga: Pengamat Penerbangan: Kalau Sudah Pakai Masker Semua, Kenapa Harus Jaga Jarak?
Untuk diketahui, pemberontak tampaknya masih minoritas dan pihak SNCF mengatakan, umumnya pelancong menghormati aturan menggunakan masker. Bahkan lebih dari 95 persen mengikuti aturan dan lima persen lainnya setuju menggunakan setelah diminta.