Monday, April 7, 2025
HomeHot NewsMendapat Diskriminasi, Mantan Awak Kabin China Southern Minta Keadilan dalam Kasus LGBT

Mendapat Diskriminasi, Mantan Awak Kabin China Southern Minta Keadilan dalam Kasus LGBT

Seorang awak kabin bernama Chai Cheng harus mendapatkan mimpi buruk ketika momen penuh gairahnya tersebar dan membuat dia kehilangan segalanya. Hal ini berawal pada Oktober 2019 di mana rekaman pribadinya bocor ke media online saat Chai mencium seorang pilot dari maskapai yang sama yakni China Southern Airlines. Mereka ketika itu tengah tidak bertugas dan videonya terunggah sangat cepat dan Chai dilarang bekerja, hingga akhirnya dipecat.

Baca juga: Gegara Video Ciuman dengan Rekan Kerja Tersebar Luas, Awak Kabin Gay Menggugat China Southern Airlines

Dia kemudian menggugat maskapai tempatnya bekerja karena kehilangan gaji dalam kasus diskriminasi di tempat kerja. KabarPenumpang.com merangkum dari cnn.com (27/3/2021), adanya pemecatan pada Chai dikatakan para penggiat membuat hal ini kemudian menyoroti bahaya yang dihadapi oleh pekerja LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Cina karena kurangnya perlindungan hukum.

Kemudian kini mereka menyerukan undang-undang kesetaraan tempat kerja. Kasus ini membuat Chai sering disebut sebagai anak kabin China Southern, tetapi dalam komunitas LGBT dia menjadi pahlawan dan aktivis yang tidak terduga.

“Saya terkadang berharap bisa mundur ke waktu sebelum kejadian. Jadi saya bisa menjadi awak kabin biasa,” kata Chai.

Homoseksualitas tidak ilegal di Cina dan secara resmi dihapus dari daftar gangguan mental pada tahun 2001. Tetapi para ahli dan aktivis mengatakan orang LGBT masih menghadapi diskriminasi dan prasangka yang terus-menerus. Chai mengatakan dia merahasiakan seksualitasnya selama lima tahun bekerja di China Southern karena takut itu akan merusak prospek karirnya.

Setelah video dirinya berciuman dengan rekan kerja sesama jenis kelamin dan kemudian menjadi viral, Chai mengatakan dia disingkirkan oleh seorang manajer senior yang mengatakan kepadanya bahwa homoseksualitas bertentangan dengan “nilai-nilai inti sosialis,” dan memintanya untuk tetap diam tentang topik tersebut. Chai mengatakan dia mematuhinya tetapi pada April 2020 manajernya mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak akan memperbarui kontraknya.

“Mereka mengatakan kepada saya ‘itu karena alasan yang jelas. Tapi saya tidak melanggar hukum atau peraturan perusahaan. Saya berubah dari seorang karyawan yang luar biasa, yang diakui oleh perusahaan dengan promosi cepat, menjadi seseorang yang tidak ingin mereka lakukan apa pun hanya karena orientasi seksual saya. Itu salah dan siapa pun bisa menjadi korban berikutnya,” ujar Chai.

Sayangnya pada kasus ini, hanya Chai yang dipecat, sedangkan pilot tetap bisa terus bekerja. Hal ini lah yang kemudian membuat Chai pada Agustus 2020, memutuskan untuk menuntut China Southern atas kompensasi yang hilang sebagai akibat dari keputusan perusahaan untuk melarangnya selama enam bulan setelah munculnya video.

Gugatan itu secara teknis bukan tentang diskriminasi tetapi pengacaranya mengatakan, jika mereka menang, itu bisa membuka jalan bagi kasus hukum lain yang secara langsung menangani masalah itu. Undang-undang tahun 2008 melarang diskriminasi kerja berdasarkan “gender”, yang telah ditafsirkan oleh beberapa pengacara untuk mencakup orientasi seksual, tetapi tampaknya belum diuji di pengadilan.

Baca juga: West Coast Avanti, Kereta Spesial di Inggris dengan Awak LGBT

Meskipun Chai merekam beberapa komentar homofobia atasannya termasuk menyebut homoseksualitas “tidak normal”, selama percakapan mereka, Zhong mengatakan maskapai tersebut bersikeras di pengadilan bahwa itu mewakili pendapat pribadi, bukan posisi perusahaan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru