Pesawat narrow body penantang Boeing 737 MAX dan Airbus A320neo buatan Irkut Corporation, MC-21-300 dikabarkan berhasil melewati water operation tests atau uji ketahanan air di landasan. Hal itu merupakan bagian dari program sertifikasi pesawat sebelum benar-benar mulai beroperasi secara komersial mengangkut penumpang dan kargo.
Baca juga: Boeing 737 MAX ‘Tumbang’, Rusia Tantang Airbus A320neo Lewat MC-21
Uji ketahanan air MC-21-300 dilakukan di Bandara Ulyanovsk Baratayevka (ULV) sejak 16 hingga 22 Juli 2020. Selama periode tersebut, pesawat yang desain awalnya mulai pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 lalu itu melakukan 32 kali uji coba di atas “kolam” atau landasan yang dipenuhi air berukuran panjang lebih dari 70 m dan lebar 20 m lebih, sesuai aturan dari penerbangan di Rusia maupun dunia.
MC-21-300 melaju dengan kecepatan rata-rata 18 hingga 277 kilometer per jam serta berbagai mode, seperti mechanization and power plant modes hingga penggunaan thrust reveser.
Pengujian ini direkam menggunakan peralatan di pesawat dengan kamera pengamatan di landasan dan di pesawat. Pengujian dimonitor langsung oleh para perwakilan dari pusat sertifikasi, para spesialis, dan dari Irkut Corporation yang merupakan anak perusahaan UAC (bagian dari Rostec State Corporation).
Hasil dari proses pengujian itu menemukan bahwa air tidak mengganggu kerja mesin, elemen rangka, sistem, serta pergerakan dan peralatan pesawat. Singkatnya, MC-21-300 berhasil mempertahankan kecepatan di atas landasan yang tertutup air, demikian dikabarkan aerotime.aero.
Keberhasilan Irkut MC-21-300 melewati uji ketahanan air di landasan pacu ini menunjukkan pesawat layak diposisikan sebagai penantang serius Airbus A320neo serta Boeing 737 MAX, sekalipun dari segi spesifikasi masih sedikit tertinggal.
Irkut MC-21 merupakan pesawat komersial lorong tunggal rancangan Biro Desain Yakovlev yang diproduksi oleh Irkut Corporation. Varian MC-21-300 diluncurkan pada 8 Juni 2016 dan mengudara perdana pada 28 Mei 2017.
Sayap dari pesawat ini menggunakan bahan serat karbon yang diperkuat polimer dan dilengkapi dengan pilihan mesin Turbo Pratt & Whitney PW1000G atau Aviadvigatel PD-14. MC-21 sendiri memiliki dua varian, yaitu MC-21-200 dan MC-21-300.
Varian MC-21-200, pesawat ini mampu menampung penumpang dengan kapasitas 132 penumpang dengan konfigurasi dua kelas, dan 165 penumpang dengan konfigurasi satu kelas. Sementara untuk jarak tempuh maksimum, pesawat jenis ini mampu menembus jarak 3.500 nautical miles, setara 6.400 km.
Adapun varian MC-21-300, pesawat ini memiliki daya tampung maksimum sebanyak 211 penumpang dengan konfigurasi satu kelas, dan 163 penumpang untuk konfigurasi dua kelas – hal ini dilandaskan oleh panjang pesawat yang memiliki selisih 5,4 meter. Kendati hampir mengungguli MC-21-200, namun jarak tempuh maksimal dari MC-21-300 ini ternyata lebih pendek – hanya 6.000 km, sedikit di bawah Airbus A320neo sejauh 6.300 km dan Boeing 737 MAX-8 sejauh 6.570 km.
Baca juga: Irkut MC-21 300, Burung Besi Asli Rusia yang Siap Goyang Pasar Narrow Body Airbus dan Boeing
Saat ini, setidaknya ada enam maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang telah memesan sebanyak 95 unit MC-21. Namun pesanan itu tidak disebutkan dengan rinci, entah MC-21-300 atau MC-21-200.
Enam maskapai tersebut mulai dari flag carrier Rusia, Aeroflot yang memesan 50 unit, Azerbaijan Airlines, Cairo Aviation, Peruvian Airline, dan maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines masing-masing memesan 10 unit, serta maskapai asal Kazakhtan, Bek Air dengan pesanan sebanyak lima unit.