Di Amerika Serikat (AS), Wright bersaudara dan Amelia Earhart sangat dikenal dan dikenang dalam banyak literasi tentang sejarah penerbangan modern. Namun, dalam skala yang lebih kecil, yaitu di Charlotte, North Carolina, pramugari Carol Daubins, bisa dibilang sama terkenalnya dengan kedua tokoh penerbangan AS itu.
Baca juga: Viral! Ini Alasan Mengapa Pramugari ‘Pelototi’ Setiap Penumpang Pesawat
Carol Daubins ialah pramugari maskapai Piedmont Airlines, maskapai pertama yang menghubungkan Carolina dengan dunia luar lewat penerbangan internasionalnya. Sekalipun maskapai tempatnya bernaung bergabung dengan grup maskapai AS Airways dan American Airlines, baru-baru ini ia mengaku belum berencana pensiun dan akan terus berkarir sekalipun sudah sejak 1963 silam bekerja sebagai pramugari.
“Saya bangga berada di sana menjadi bagian dari penerbangan,” katanya, seperti dikutip dari FOX 46 saat ditanyain rencana pensiun mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi.
Sebetulnya di awal Carol tidak berencana menjadi pramugari. Ia juga heran kenapa profesi pramugari menjadi begitu melekat dan sangat dicintainya. Disebutkan, ketika melamar pekerjaan di Piedmont Airlines, Carol ditanyai oleh interviewer apa yang bisa ia lakukan untuk maskapai. Ketika itu, ia menjawab bahwa ia bisa membantu penumpang untuk reservasi tiket dan membuat kopi.
Jawaban terakhir Carol -membuat kopi- rupanya membuat perwakilan pihak maskapai antusias dan menawarkannya agar mengambil pekerjaan sebagai pramugari yang memang saat itu dibutuhkan maskapai.
“Yah, saya sangat bangga pada diri saya sendiri. Karena di sini saya mengenakan seragam yang indah, seragam yang tampak seperti militer,” ujar Carol.
Di enam bulan pertama menjalani profesi sebagai pramugari, Carol memutuskan menikah. Namun, tak disangka-sangka, justru ia jatuh cinta pada profesi itu. Ketika Covid-19 melanda, ia mengakui bahwa sangat egois bila tetap mempertahankan posisinya sebagai pramugari yang sudah pasti banyak orang menginginkannya. Itu kemudian mendorongnya untuk mengambil cuti tanpa dibayar selama pandemi.
Tetapi, di tahun 2022 nanti, ia berharap bisa segera kembali ke udara dan terus melanjutkan semangat, ruh, dan kebanggaan Piedmont Airlines sekalipun dengan usia yang tidak muda lagi. Terlebih, ia termasuk ke dalam deretan tokoh penting North Carolina dan Tennessee Aviation Halls Of Fame.
Malang-melintang sebagai pramugari tentu membuat wajahnya sudah tak asing bagi penumpang. Sudah tak terhitung berapa banyak penumpang yang mengenalinya sebagai pramugari Piedmont Airlines. “Anda bukannya dahulu bekerja sebagai pramugari Piedmont Airlines, ya?” tanya seorang penumpang dan Carol mengamininya.
Baca juga: Emirates Kini Suruh Pramugari Juga Bersihkan Toilet Demi Penumpang
Terlepas dari posisi Carol sebagai tokoh pramugari AS dan masih terus eksis sampai saat ini, bila disandingkan dengan perkataan CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker, tentang pramugari maskapai AS, ternyata saling terhubung.
Pada Juli 2017 lalu, dalam pidatonya pada jamuan makan malam di Irlandia, Al Baker mengatakan penumpang maskapai AS selalu dilayani oleh nenek-nenek, berbanding terbalik dengan usia rata-rata Qatar Airways yang hanya 26 tahun. Kendati ditentang, mungkin, pramugari Carol adalah bukti bahwa maskapai AS memang masih banyak yang mempekerjakan pramugari senior.