Boeing terpaksa menarik dan meng-grounded lebih dari 60 pesawat 737 MAX akibat ditemukan masalah pada sistem kelistrikan. Itu berpotensi menyebabkan malfungsi pada sistem anti-es engine dan unit daya tambahan (APU).
Baca juga: Duh, Boeing 737 MAX Masalah Lagi! Kali Ini Terkait Sealant Bahan Bakar
Sebelumnya, puluhan pesawat Boeing 737 MAX tersebut sudah lebih dahulu dilarang Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) sampai pesawat dinyatakan aman setelah inspeksi ketat.
Sumber The New York Times melaporkan, masalah tersebut terkait dengan unit kontrol daya listrik cadangan yang ada di pesawat, tanpa dilengkapi dengan electrical grounding path. Hal itu dinilai berpotensi menyebabkan malfungsi pada sistem anti-es engine dan unit daya tambahan (APU).
Akibat dari larangan terbang Boeing 737 MAX, setidaknya 16 maskapai di seluruh dunia terdampak keputusan ini, termasuk American Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines, yang merupakan operator terbesar 737 MAX sejak pertama kali diizinkan terbang pada November lalu.
“Boeing telah merekomendasikan kepada 16 pelanggan bahwa mereka mengatasi potensi masalah kelistrikan di barisan pesawat 737 MAX tertentu sebelum operasi lebih lanjut,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan.
“Rekomendasi sedang dibuat untuk memungkinkan verifikasi bahwa terdapat path exists yang memadai untuk komponen sistem tenaga listrik,” lanjut Boeing.
“Kami bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat tentang masalah produksi ini. Kami juga memberi tahu pelanggan kami tentang tail numbers tertentu yang terpengaruh dan kami akan memberikan arahan tentang tindakan korektif yang sesuai,” tutup Boeing dalam pernyataan tersebut.
Sejak pertama kali diizinkan terbang usai melewati sertifikasi ulang pada akhir 2020 lalu, Boeing 737 MAX perlahan tapi pasti mulai mendapat tempat di hati penumpang dan maskapai.
Pada awal Februari lalu, 737 MAX sudah berhasil mencatat 2.700 penerbangan penumpang dan 5.500 jam terbang bersama berbagai maskapai di setidaknya lima negara, meliputi Amerika Serikat (AS), Kanada, Brazil, Panama, Meksiko.
Di AS, dua maskapai besar, seperti American Airlines dan Southwest Airlines, jadi yang terdahulu mengoperasikan 737 MAX. Bersama keduanya, MAX sudah mencetak ratusan penerbangan, dimana 600 penerbangan di antaranya dicetak bersama American Airlines. Keduanya berjanji akan terus menerbangkan 737 MAX serta memperbanyak penerbangan MAX di kota-kota lain di AS.
Baca juga: Wow, Boeing 737 MAX Sudah Cetak 2.700 Penerbangan Pasca Diizinkan Kembali Terbang
Hanya saja, kendati sudah melewati proses perbaikan selama 400 ribu jam, 1.400 tes dan pengecekan, serta lebih dari 3.000 jam terbang, pesawat 737 MAX nyatanya masih ditemukan masalah.
Pada Januari lalu, 737 MAX dikabarkan bermasalah pada Sealant Bahan Bakar yang disebut FAA dapat memicu kebakaran hebat di darat. Sedikitnya, 25 pesawat digrounded karena masalah itu.