Sebagai seorang ayah yang memiliki tanggung jawab pada pasti akan melakukan apapun untuk kebahagiaan keluarganya. Seperti seorang ayah yang satu ini ketika mengantarkan dua anak laki-lakinya ke sekolah dan kekurangan uang tunai untuk bepergian.
Baca juga: Foto Ayah Telantarkan Anak di MRT Singapura Viral di Media Sosial
Caleb yang bercerita ke Stomp mengatakan dirinya kemudian mendekati pusat kendali stasiun untuk meminta bantuan dan manajer stasiun SMRT Mohan kemudian mendatanginya dan menawarkan bantuannya. Dia mengatakan, kala itu Mohan mendapati dirinya yang kekurangan uang di Stasiun MRT Tiong Bahru pada 20 November 2019 kemarin.
KabarPenumpang.com melansir laman stomp.straitstimes.com (28/11/2019), Caleb bercerita, bahwa Mohan berbagi dengan dirinya bahwa dia juga ayah dari beberapa anak yang sudah dewasa dan menunjukkan sisi yang sangat empatik.
“Dia seperti merobohkan penghalang antara penumpang dengan staf dan menanggalkan seragamnya serta berbagi perjalanan menjadi ayah dengan anak saya. Dia mengatakan kepada saya agama dan warna kulit tidak masalah dan hidup itu terlalu singkat sehingga kita harus baik satu sama lain,” kata Caleb.
Calem menambahkan, Mohan juga menceritakan bagaimana dia melihat keindahan pernikahan lintas etnis, berbagi bagaimana putranya menikahi seorang wanita Cina. Dia berbagi bahwa perjalanan perjuangan seorang ayah akan bertemu dengan hal-hal yang lebih besar dan lebih bermanfaat dalam hidup yang belum terlihat.
“Ketekunan dan dorongan adalah apa yang dia tinggalkan padaku,” tambahnya.
Sebelum berpisah, Mohan pergi ke ruang staf dan mengambil uang tunai $100 dari dompetnya sendiri untuk diberikan kepada Caleb sebagai berkah.
“Dia bilang dia ingin aku memilikinya. ‘Saya tidak berbagi ini hanya untuk kemurahan hatinya tetapi juga karena menjadi karakter yang luar biasa’,” kata Caleb.
“Saya bukan siapa-siapa baginya, tetapi jika dia bisa memperlakukan saya dengan cara ini, saya hanya bisa membayangkan ayah baik untuk anak-anaknya sendiri, jenis pemimpin dan manajer yang dia miliki untuk stafnya sendiri. Benar-benar pria yang luar biasa. Hitung bintang keberuntunganmu, SMRT, kamu punya permata!” ujar Caleb lagi.
Karena Caleb menceritakan kisahnya pada Stomp, ini membuat pihak Stomp bertemu dengan Mohan dan memberikan goodybag karena kebaikannya. Karena hal ini Mohan pun terkejud bahwa pertemuan dirinya dengan Calem dibagikan pada Stomp.
“Ceritanya sangat menyentuh saya, bahkan sekarang saya menjadi emosional memikirkannya,” kata Mohan, matanya penuh dengan air mata.
“Aku bilang padanya untuk bertahan saja dan jangan khawatir, segalanya akan berbalik. Dia telah melakukan pekerjaan bagus merawat kedua anaknya setiap hari,” ujarnya.
Diketahui, Mohan sudah bekerja di SMRT selama 26 tahun dan mengaku ini bukanlah yang pertama kali menemukan seseorang dalam keadaan sulit.
“Ketika pekerjaan saya memungkinkan, saya mencoba meluangkan waktu untuk berbicara dengan mereka yang membutuhkannya. Selalu penting untuk meluangkan waktu,” kata dia.
Bahkan ketika dipuji atas kebaikannya pun, pria 68 tahun tersebut hanya menggelengkan kepada dan berkata siapapun bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya.
Baca juga: Lima Poin ini Buktikan Penumpang MRT Singapura Tidak Akan ‘Diterima’ di Komuter Jepang!
“Ini bukan cerita saya, itu adalah filosofi bahwa siapa pun yang berada dalam situasi saya akan melakukan sesuatu untuknya, mungkin dengan cara yang berbeda, tetapi jika Anda telah mendengarnya dan melihatnya, Anda pasti ingin membantunya juga. Saya bisa bertaruh bahwa anggota tim saya juga akan memiliki ini, saya tahu. Saya memiliki banyak kepercayaan pada kemanusiaan,” tambahnya.