Sunday, April 6, 2025
HomeAnalisa AngkutanLessor Global Tinggalkan Boeing dan Beralih ke Airbus, Pertanda Apa?

Lessor Global Tinggalkan Boeing dan Beralih ke Airbus, Pertanda Apa?

Boeing selama ini dikenal sebagai produsen pesawat terbesar di dunia. Baik di pesawat narrowbody maupun widebody. Namun, itu dahulu, sekarang kondisinya sudah berubah. Di pangsa pasar narrowbody, Airbus sudah jauh lebih maju dan mulai mendominasi. Hal ini secara sederhana bisa dibuktikan dari maraknya lessor besar yang menjatuhkan pilihan ke Airbus, bukan lagi Boeing. Salah satunya leasing pesawat Aviation Capital Group (ACG).

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Sebelum kondisinya berubah seperti sekarang, lessor manapun di dunia mencoba berimbang atau memiliki komposisi armada 50:50. Tidak ada yang dominan.

Namun, beberapa tahun belakangan, puncaknya sejak dua kecelakaan tragis Boeing 737 MAX dan larangan terbang di seluruh dunia, praktis lessor tak punya pilihan karena maskapai juga menghindari MAX dan menginggalkan Airbus sendirian mendominasi tanpa diganggu.

“Kami putus asa untuk membangun kembali paritas, tetapi rasanya tidak ada daya tarik untuk dapat mengandalkan Boeing untuk mengirimkan pesawat dengan kecepatan yang sama seperti Airbus saat ini,” kata CEO dan Presiden Aviation Capital Group (ACG), Tom Baker, dalam wawancara baru-baru ini dengan Aviation Week & Space Technology di The Wings Club of New York.

Dalam laporan terbaru Pesanan dan Pengiriman Airbus dan Boeing, jelas manufaktur pesawat Eropa mendominasi. Dari total backlog 12.200 pesawat, gabungan kedua manufaktur tersebut, Airbus membukukan 58 persen atau total 7.037 unit pesanan pesawat dan sisanya 5.163 atau 42 persen pesanan pesawat dibukukan Boeing.

Dari jumlah tersebut, 10.500 di antaranya adalah pesawat narrowbody dan Airbus membukukan 60 persen backlog atau pesanan pesawat. Adapun Boeing hanya meraup 40 persen pangsa pasar. Berbagai fakta tersebut, tak mengherankan bila ACG dilaporkan memiliki pesanan besar untuk pesawat Airbus daripada Boeing.

Laporan OEM yang dikutip Simple Flying menyebut, ACG memiliki pesanan 20 pesawat Airbus A220-300, 22 A320neo , 42 A321neo, dan 22 Boeing 737 MAX.

Baca juga: Ngeri! Sudah 1.300 Pesawat Dikembalikan Maskapai ke Lessor Gegara Kesulitan Keuangan

Meski Baker mengakui bahwa Airbus saat ini memiliki varian produk pesawat narrowbody yang lebih baik dan lebih beragam dari keluarga Airbus A320, ia berharap kondisinya tetap seperti biasa, dimana Airbus dan Boeing 50:50 dalam barisan armadanya.

Saat ini, ACG tercatat memiliki lebih dari 440 pesawat yang disewakan kepada sekitar 90 maskapai penerbangan di 45 negara. Kantor pusatnya berada di AS, dengan kantor perwakilan di Dublin, Madrid, Santiago, Seattle, Shanghai, Singapura, dan Inggris.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru