Pemanasan global setiap tahunnya meningkat dan membuat suhu bumi semakin meningkat. Hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah pembabatan hutan besar-besar, dimana hutan adalah paru-paru dunia.
Baca juga: 165 Tahun Kereta Api Mengular di Rel India
Kereta Api India, baru-baru ini membantu mengurangi pemanasan global dengan melakukan perekrutan karyawannya dengan cara online. Tak hanya itu, tes yang dilakukan juga melalui online tanpa selembar kertas.
KabarPenumpang.com merangkum dari laman economictimes.indiatimes.com (24/4/2018), keputusan yang dilakukan kereta api India ini ternyata sudah menghemat setidaknya 7,5 lakh kertas atau hampir setara dengan menyelamatkan 10 lakh pohon. Sebagai informasi, di India lakh adalah satuan nilai, yang menyiratkan 1 lakh sama dengan 100 ribu.
“Ada 62 ribu pos yang melibatkan awak pemeriksaan jejak dan yang lain terkait dengan peningkatan keselamatan, sementara lebih dari 26 ribu posting berhubungan dengan driver mesin dan teknisi, untuk ini, lebih dari dua orang crore telah diterapkan,” ujar petugas perkerutan kereta India.
Ujian online ini akan diadakan di 300 tempat dan saat ini pihak kereta api masih menyelesaikan perinciannya. Tak hanya untuk menyelamatkan pohon yang menjadi paru-paru dunia, ujian online ini juga dilakukan untuk menghindari bocornya soal ujian kepada peserta colon petugas di kereta api India.
“Satu pelamar biasanya membutuhkan tiga sampai empat lembar kertas ukuran A4 untuk menulis ujian. Jadi, dengan seluruh tes melalui online, perusahaan kereta api telah menyelamatkan sejumlah besar lembar kertas,” kata petugas itu lagi.
Dengan tes tersebut, pihak kereta India mengklaim bahwa pihaknya melakukan perekrutan online terbesar di dunia. Sebab, bukan hanya menyediakan ribuan pekerjaan tetapi proses yang dilakukan juga melakukan penghematan kertas dan pohon sebagai bahan bakunya dengan jumlah yang cukup besar.
Sebelum tes yang sesungguhnya akan dilakukan, maka pihak kereta api India juga melakukan tes percobaan sebelum yang sesungguhnya untuk memberikan kesempatan pelamar dalam membiasakan diri dengan proses ujian berbasis komputer.
“Sistem Aplikasi Online telah menyelamatkan kandidat dari kekhawatiran dan ketidakpastian tentang penundaan pos atau tidak terkirimnya aplikasi mereka. Mereka yakin pengajuan aplikasi mereka dan mendapatkan SMS dan pemberitahuan email pada berbagai tahap perekrutan. Pemeriksaan berbasis komputer memberikan kandidat fleksibilitas untuk beralih antara bahasa pertanyaan dan meninjau kembali dan merevisi jawaban mereka, jika diperlukan,” ujar Kementerian Perkeretaapian India.
Kementerian mengatakan tidak akan ada wawancara dalam pemeriksaan tes online ini dan sistem pengunggahan kunci jawaban telah diperkenalkan untuk meningkatkan transparansi dan keadilan.
Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!
“Dalam Tes Berbasis Komputer, para kandidat diperlihatkan kertas pertanyaan mereka, menjawab buklet bersama dengan kunci jawaban yang benar. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan mengenai kebenaran kunci pertanyaan dan jawaban, jika ada,” kata Kementerian.