Selain kendaraan bermotor yang dijumpai di jalanan, salah satu moda transportasi yang turut menyumbang emisi terbesar adalah pesawat. Kendati sudah disematkan beragam teknologi mutakhir, namun ini bukanlah sebuah jaminan pesawat dapat mengudara tanpa meninggalkan emisi karbon di angkasa luas. Maka tidak heran jika di luar sana, ada beberapa maskapai yang sudah mulai memutar otak untuk bisa menekan atau setidaknya meminimalisir pencemaran udara.
Baca Juga: Virgin Atlantic Sukses Terbangkan Boeing 747 dengan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Cara yang dilakukan oleh tiap maskapai pun beragam, seperti yang dilakukan oleh Virgin Atlantic yang mencampur avtur dengan bahan bakar ramah lingkungan yang diproduksi oleh LanzaTech – walaupun ini sifatnya masih uji coba dan telah berhasil digunakan untuk menghubungkan Orlando, Florida dengan London pada akhir tahun 2018 lalu. Namun lain ceritanya dengan jalan yang ditempuh oleh maskapai penerbangan asal Jerman, Lufthansa.
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (19/8), flag carrier Jerman ini meluncurkan laman web yang memungkinkan para pelanggannya untuk membeli tiket penerbangan yang menggunakan bahan bakar pesawat ramah lingkungan untuk mengurangi emisi yang ditimbulkan oleh penerbangan mereka. Menurut Lufthansa, setiap Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dibeli, itu akan ditambahkan ke salah satu pesawat mereka – dimana ini akan berimplikasi pada pengurangan emisi rumah kaca sebesar 80 persen per penerbangan.
Sebelumnya, industri aviasi global telah mendapat kecaman dari para pemerhati lingkungan yang menyebutkan bahwa ratusan hingga ribuan burung besi yang melayang bebas di udara telah menyumbang emisi karbon dengan jumlah yang sangat-sangat besar – walaupun pada akhirnya pihak maskapai berdalih bahwa mereka hanya menyumbangkan dua persen dari total emisi karbon yang dihasilkan oleh manusia di seluruh dunia.
Namun agaknya upaya yang dilakukan oleh Lufthansa ini bukanlah jalan yang mudah untuk ditempuh, mengingat harga bahan bakar yang ditawarkan oleh pihak maskapai kepada pelanggannya ini tidaklah murah. Sebut saja satu tiket penerbangan kelas ekonomi dari Frankfurt menuju New York dibanderol dengan harga US$414 atau yang berkisar Rp5,9 juta kurs sekarang. Jika penumpang ingin menggunakan bahan bakar ramah lingkungan di penerbangan mereka, maka penumpang akan dikenakan biaya tambahan sebesar US$183 atau yang berkisar Rp2,6 juta.
Baca Juga: Ini Nih Yang Perlu Diketahui Seputar Tangki Bahan Bakar Pesawat!
Mahal, bukan? Lalu jika Anda sudah memilih untuk membeli tiket dengan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, bagaimana Anda mengetahui apakah penerbangan tersebut benar-benar menggunakan bahan bakar itu? Wah, agaknya ini akan menjadi permasalahan tersendiri, ya!