Segala sesuatu yang terkait dengan kuburan umumnya membuat bulu kuduk menjadi merinding, tapi di Stasiun Purwakarta, Jawa Barat ada kuburan yang tak terlalu menyeramkan. Bahkan kuburan yang satu ini terbilang laris manis dijadikan spot foto pelancong, penumpang kereta api dan para seleb instagram.
Baca juga: Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta
Disebut sebagai kuburan kereta karena disini tempat peristirahatan terakhir bagi seluruh kereta rel listrik ekonomi non AC yang pernah beroperasi di lintas Jabodetabek sejak dihapuskannya KRL non AC 25 Juli 2013 lalu. Di sini terdapat KRL Rheostatik, BN-Holec, dan Hitachi. Tidak ketinggalan, sisa gerbong KRL AC seri Toy Rapid 1000 dan Tokyo Metro 5000 juga dikirim ke kuburan ini.
Bagi Anda penumpang kereta yang akan ke Bandung, Purwokerto, Surabaya dan Semarang atau kereta lokal lain biasanya akan melewati Purwakarta, maka melihat tumpukan-tumpukan gerbong yang tersusun rapi layaknya kamar hotel dorm ataupun tumpukan lego raksasa yang unik dan tak biasa. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, tumpukan gerbong ini tingginya diperkirakan mencapai tujuh meter.
Bukan hanya tinggi, jika dilihat gerbong-gerbong ini memiliki warna yang beragam dan menjadi pemandangan kontras sehingga mencuri perhatian penumpang kereta, warnanya perpaduan antara jingga, merah, putih dan beberapa warna lainnya. Sayangnya, kuburan kereta ini terletak di dalam stasiun Purwakarta, sehingga bagi Anda pecinta fotografi atau yang ingin berswafoto di kuburan kereta ini memang agak sulit.
Biasanya hanya penumpang kereta yang bisa menikmati keindahan tumpukan gerbong-gerbong tua ini. Memang terlihat kumuh karena tak terawat, tetapi banyak penumpang yang tetap saja masih memfoto tumpukan gerbong-gerbong kereta tersebut.
Baca juga: Jalur Stasiun Nambo Punya Pemandangan Yang Manjakan Mata
Tak hanya penumpang, bagi pasangan pengantin yang akan melaksanakan foto prewedding juga dipersilahkan tetapi harus membawa surat pengantar dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI). Tahun 2016 lalu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berencana akan menyulap gerbong-gerbong tua ini menjadi tempat wisata kuliner. Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasikan bahkan masih seperti sebelumnya hanya teronggok dan menyeramkan jika malam tiba tanpa penerangan sedikitpun di gerbong berjumlah sekitar 50 ini.
Ternyata tak hanya gerbong bekas yang berada di stasiun ini, balok kayu dan besi bekas rel yang sudah tak terpakai pun teronggok di stasiun ini. Diketahui stasiun Purwakarta berada di ketinggian +84 meter dan masuk dalam Daerah Operasional (DaOp) II Bandung.