Baru-baru ini, Danau Toba kehadiran kapal ferry Ro-Ro yang bernama Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak yang sudah di uji coba pada November 2018 kemarin. Kapal ferry ini akan memulai perjalanannya pada 24 Desember 2018 mendatang dari pelabuhan baru yang di bangun di Ajibata , Tobasa menuju Pelabuhan Ambarita, Samosir.
Baca juga: Rolls-Royce dan Finferries Hadirkan Falco, Kapal Ferry dengan Kendali Otonom
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kapal ini merupakan kapal mewah yang sudah diluncurkan keperairan Danau Toba yakni Pantai Pasir Putih pada 6 November 2018 kemarin. Dari laman situs Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumatera Utara, KMP Ihan Batak ini hadir untuk membantu kelancaran transportasi perairan Danau Toba.
Namun untuk tarifnya masih dalam pembahasan. KMP Ihan Batak sendiri dibuat oleh PT Dok Bahari Nusantara yang bekerja sama dengan BPTD Wilayah II Sumatera Utara, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP). Spesifikasi kapal ferry Ro-Ro ini memiliki volume 300 gross tonage dan mampun mengangkut 280 penumpang.
Kapal dengan dua mesin induk Yanmar 6AYM-Wet ini mampu mengangkut enam bus besar yang masing-masing seberat 20 ton. KMP Ihan Batak dibuat di Cirebon kemudian dilanjutkan pengerjaan setelah diangkut melalui jalur darat ke Porsea. Pembuatan kapal membutuhkan waktu selama 15 bulan, yakni sejak 28 Agustus 2017 dan berakhir pada November 2018.
Nantinya operatol kapal ferry terseut adalah PT ASDP. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pitra Setiawan mengatakan, nantinya akan ada empat kapal baru yang dibuat untuk dikelola di kawasan Danau Toba. Namun, hingga saat ini baru KMP Ihan Batak yang selesai dibuat.
“Program keseluruhan tiga kapal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Kemenhub dan satu dari (anggaran) PT ASDP,” kata Pitra yang dikutip dari kompas.com.
Kapal kedua adalah MYC (2018/2019) di galangan yang sama, kemudian pembuatan kapal ketiga akan dimulai pada 2019. Menurut Pitra, melalui pengadaan kapal ini Kemenhub menggiatkan keselamatan pelayaran terutama di Danau Toba.
Selain itu, kapal yang akan melayani rute Ajibata-Simanindo ini dibuat untuk menunjang sektor pariwisata di kawasan Danau Toba. Pada tahun 2019, pemerintah memang menargetkan akan ada satu juta wisatawan yang berkunjung ke salah satu danau alami terbesar di Indonesia tersebut.
Baca juga: Mati Mesin di Tengah Laut, Kapal Ferry India Diselamatkan Tugboats
“Toba ini kan sudah masuk KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), jadi kami support untuk pariwisata tersebut dan kondisi di Toba itu tidak ada galangan jadi pemerintah membantu menyediakan sarana transportasinya,” kata dia.