Boeing 787 penuh dengan inovasi. Dari sisi eksterior, Boeing 787 Dreamliner merupakan pelopor penggunaan 50 persen atau lebih material komposit, karbon fiber, sampai polimer pada pesawat. Tak hanya itu, sisi eksterior juga menampilkan hal baru pada bagian belakang nacelle atau casing mesin pesawat dimana bentuknya bergerigi. Kenapa demikian? Apakah sekedar hiasan belaka?
Baca juga: Kenapa Boeing 787 Disebut Dreamliner? Begini Sejarahnya
Mesin turbofan atau biasa dikenal juga sebagai mesin jet pada umumnya menggunakan turbin sehingga disebut mesin jet turbin atau turbojet atau dikenal juga sebagai turboshaft.
Sedangkan mesin turbin adalah perangkat putar yang digerakkan oleh fluida. Singkatnya, mesin jet biasanya mesin turbin, tetapi mesin turbin umumnya bukan mesin jet. Jadi ada perbedaan mencolok di antara keduanya. Hal ini penting dicatat mengingat seringkali dilabeli sama, padahal keduanya berbeda.
Seperti karburator motor, cara kerja mesin turbofan juga menggunakan udara. Bedanya ada proses pengompresan, mulai dari menghisap udara, menekan, ledakan, dan menghembuskan.
Langkah pertama adalah menghisap. Kipas di bagian depan mesin jet akan menghisap udara dan 80 persen dari udara akan melewati mesin dan meniupkan udara keluar dari belakang. Tanpa adanya kipas, udara langsung masuk ke ruang bakar dan ditembakkan dari bagian belakang mesin untuk menghasilkan tenaga yang sangat besar. Tapi konsekuensinya adalah boros bahan bakar.
Karenanya, pada mesin jet atau turbofan modern yang saat ini ada menggunakan kipas dan teknologi pembakaran yang lebih panjang. Udara yang dihisap kipas (fan) di bagian depan mesin tidak langsung masuk ke ruang bakar, melainkan mengalir ke sekitar ruang bakar dan sebagiannya masuk ke ruang bakar.
Sebelumnya, terlebih dahulu udara disaring kompresor bertekanan rendah dan tinggi, shaft bertekanan rendah dan tinggi, dan turbin bertekanan rendah dan tinggi. Prinsipnya adalah semakin lambat udara yang masuk ke mesin semakin bagus dan lebih efisien.
Selain di dalam mesin, aliran udara di luar, dalam hal ini di casing atau nacelle mesin pesawat juga penting karena mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan kebisingan, baik di dalam kabin maupun di luar. Seperti pada mesin Boeing 787 Dreamliner yang bergerigi di ujung belakangnya atau jagged edges.
Menurut mantan Aeronautical Engineer Rolls-Royce, Nigel Birch, seperti dikutip dari Quora, ujung mesin Boeing 787 Dreamliner bergerigi sedikitnya memiliki dua tujuan; mengurangi kebisingan dan mengurangi konsumsi bahan bakar dengan pengurungan bobot pesawat.
Baca juga: Kenapa Pesawat Boeing 787 Dreamliner Tidak Dilengkapi Winglet? Ini Rahasianya
Ide dasarnya adalah untuk menggabungkan aliran bypass exhaust dengan aliran udara eksternal, dengan menciptakan pusaran dari tepi bergerigi. Ini mengubah karakteristik kebisingan mesin jet, baik kebisingan eksternal yang lebih rendah bagi masyarakat di darat dan juga kebisingan yang lebih rendah di dalam kabin pesawat.
Rendahnya tingkat kebisingan atau pengurangan insulasi kebisingan di badan pesawat pada akhirnya menyebabkan bobot pesawat lebih rendah dan karenanya konsumsi bahan bakar lebih rendah atau irit bahan bakar. Lepas dari dua manfaat itu, tak sedikit yang mengatakan bahwa nozel bergerigi terlihat keren dan futuristik.