Lonjakan kasus Covid-19 telah berdampak pada krisis oksigen di India, banyak warga penderita Covid yang meregang nyawa lantaran tidak kebagian oksigen di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Selain beragam bantuan oksigen telah tiba dari mancanegara, dari dalam negeri, Pemerintah India telah mengerahkan layanan kereta api untuk mendukung penyaluran oksigen.
Baca juga: LIfeline Express India, Kereta “Rumah Sakit” Pertama di Dunia
Beberapa rumah sakit besar di Delhi mengandalkan suplai oksigen harian tetapi mereka tidak mendapatkan jumlah yang cukup untuk cadangan jika terjadi keadaan darurat. Seorang dokter menyebut situasinya menakutkan. Dia menjelaskan: “Setelah Anda menggunakan tangki utama Anda, tidak ada lagi yang dapat digunakan.” Situasinya lebih buruk lagi di rumah sakit-rumah sakit kecil yang tidak memiliki tangki penyimpanan dan harus mengandalkan silinder besar. Dan, krisis oksigen ini terjadi ketika kasus Covid-19 terus meningkat.
Dikutip dari newindianexpress.com (3/5/2021), Dewan Kereta Api India telah menjalankan kereta ekspres oksigen ke Karnataka sebagai prioritas utama. Pihak layanan Kereta Api dalam hal ini telah mengirimkan tanggapan positif atas permintaan tersebut. Surat kepada Ketua Dewan Kereta Api Suneeth Sharma telah meminta pengoperasian kereta khusus oksigen yang akan membawa truk tangki antara stasiun kereta Whitefield atau Doddaballapura di Bengaluru dan stasiun Kalinganagar atau Angul di Odisha, serta Vishakapatnam di Negara Bagian Andhra Pradesh, kata sebuah sumber. Rencananya layanan kereta oksigen ini akan dioperasikan dua kali seminggu.
“Kereta khusus oksigen perlu dioperasikan dengan prioritas tinggi melalui jalur hijau untuk memastikan pengiriman tepat waktu di stasiun tujuan,” kata surat itu. Dalam surat juga menyerukan untuk menghadirkan petugas khusus untuk memantau pergerakan kereta.
Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet
Guna memastikan Divisi Rumah Sakit Kereta Api dan Pusat Perawatan Covid dari Divisi Kereta Api Bengaluru tidak mengalami kekurangan oksigen, Divisi Kereta Api telah mengumumkan pendirian pabrik oksigen cair dengan kapasitas 2.000 liter serta rencana untuk membelinya dari berbagai sumber pasokan. Sebuah pertemuan maraton diadakan pada hari Minggu oleh Manajer Kereta Api Divisi AK Verma dengan otoritas rumah sakit dan pejabat kereta api untuk mencatat persyaratan infrastruktur di rumah sakit dan Pusat Perawatan Covid.