Tingginya angka penumpang Commuter Line Jabodetabek asal Bogor membuat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengisyaratkan anak buahnya untuk memperpanjang jalur LRT hingga ke Bogor. Sebagaimana yang diketahui bersama, tingginya jumlah penumpang ini akan berimbas pada kondisi di dalam gerbong yang semakin penuh dan berdesakan.
Baca juga: Terminal Baranang Siang, Kini Seperti Pupus Harapan
Kondisi ini diperparah dengan adanya proyek pembangunan Double-Double Track (DDT) di Stasiun Besar Manggarai – yang berimbas pada durasi perjalanan KRL Jakarta Kota – Bogor bertambah sekitar 10 menit.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno pun senada dengan Menhub Budi yang mengatakan perlu adanya alternatif moda transportasi untuk memecah tingginya angka penumpang menuju Kota Hujan ini. “Saya kira di Bogor itu sekarang kan sudah ada KRL. Kita lihat penggunanya sudah banyak,” ujar Djoko, dikutip dari laman detik.com (26/8/2018).
Opsi LRT yang akan diperpanjang hingga Bogor semakin menguat manakala penambahan kapasitas angkut sudah tertutup rapat – dimana penambahan tersebut akan mengganggu perlintasan sebidang. Jika semakin banyak kereta melintas, maka kemacetan di sekitaran perlintasan sebidang pun secara otomatis akan bertambah. “Artinya sudah nggak bisa tambah kapasitas kecuali jalur sebidang hilang bisa tambah kapasitas,” terang Djoko.
Djoko menyebut, Bogor merupakan salah satu destinasi akhir perjalanan KRL yang menyumbang angka penumpang paling banyak ketimbang jalur lainnya. “Sekitar 60 persen penumpang KRL berasal dari Bogor, sisanya berasal dari Tangerang, Bekasi, dan daerah lainnya,” tandasnya.
Baca Juga: LRT Palembang Mogok, Ada Apa dengan Produk PT INKA?
Seperti yang sudah disinggung di atas, kelak hadirnya LRT ini diharapkan dapat memecah konsentrasi warga Bogor yang hendak pergi menuju ke Jakarta. “Sementara yang mau ke Jakarta dia di wilayah timur Bogor bisa manfaatkan jalur LRT. Bagi orang-orang Bogor yang merasa KRL terdesak bisa punya pilihan ada KRL ada LRT,” sebutnya.
Semisal jadi, nantinya jaringan Light Rapid Transit yang baru dicanangkan hingga Cibubur ini akan tersambung hingga ke Terminal Baranangsiang, Bogor pada tahun 2020 mendatang.