Baru-baru ini, Bangalore International Airport Limited (BIAL) dan Virgin Hyperloop menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk studi kelayakan dalam menghubungkan Bandara Internasional Kempegodwa (KIA) dengan kota melalui transportasi hyperloop berkecepatan super tinggi. Nantinya jika proyek ini berjalan dan berhasil, akan menjadi sistem transportasi hyperloop pertama di India.
Baca juga: Wow, Paris-Amsterdam Hanya 90 Menit dengan Hyperloop
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newindianexpress.com (28/9/2020), transportasi hyperloop sendiri akan menggunakan penggerak listrik dan levitasi elektromagnetik dalam kondisi hampir vakum. Transportasi hypreloop ini akan melaju hingga kecepatan 1080 km per jam dan mampu mengangkut ribuan penumpang per jamnya dari bandara ke kota atau sebaliknya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
Selain itu, pelancong juga bisa mempersingkat perjalanan multimoda dengan check in yang mulus dan keamanan untuk hyperloop serta perjalanan udara di portal hyperloop yang berada di pusat. Kehadiran hyperloop di India juga akan membantu mengatasi kemacetan lalu lintas. Berdasarkan MoU tersebut, prastudi kelayakan yang fokus pada teknis, ekonomi dan perencanaan rute diharapkan selesai dalam dua tahap yang mana masing-masing tahap menghabiskan enam bulan.
“Pelaksanaan studi kelayakan untuk konektivitas hyperloop dari KIA merupakan langkah besar lainnya untuk membangun infrastruktur yang diperlukan untuk menentukan mobilitas di masa depan, memungkinkan pergerakan orang yang efisien,” kata Sekretaris Utama Karnataka T M Vijay Bhaskar.
Sultan bin Sulayem, Chairman Virgin Hyperloop dan Group Chairman dan CEO DP World, mengatakan, pihaknya tengah mencari cara agar hyperloop dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi kemacetan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Bengaluru. Selain transit penumpang, bandara merupakan saluran penting untuk barang, terutama pengiriman yang sensitif terhadap waktu.
Bandara yang terhubung dengan hyperloop akan secara dramatis meningkatkan pengiriman kargo dan menciptakan rantai pasokan yang sangat efisien. MoU tersebut dipertukarkan secara virtual antara Sultan bin Sulayem dan Vijay Bhaskar yang juga merupakan Ketua Dewan Direksi BIAL, di hadapan Kapil Mohan, Sekretaris Utama, Departemen Pembangunan Infrastruktur, Karnataka.
“Inovasi teknologi adalah kunci untuk membangun dan mempertahankan pusat transportasi kelas dunia, dan studi (kelayakan) ini merupakan langkah maju yang penting,” kata Hari Marar, MD dan CEO, BIAL.
Baca juga: Inilah Penerapan “The New Normal” di Bandara Bengaluru Pasca Lockdown
Jay Walder, CEO Virgin Hyperloop mengatkan, bandara yang mendukung hyperloop tidak hanya akan memungkinkan perjalanan yang lebih cepat, tetapi juga akan menciptakan pengalaman penumpang abad ke-21 dan memperluas kapasitas bandara. KIA, pusat transit utama di selatan, akan terhubung dengan jalur kereta pinggiran kota dalam beberapa minggu dan akan memiliki konektivitas Metro dalam empat tahun.