Jepang kembali memiliki rencana untuk membangun proyek kereta peluru di lima kota India. Lima kota tersebut adalah Delhi, Kolkata, Hyderabad, Chennai dan Bengaluru. Hal ini dikatakan oleh Director of Central Japan Railway Company Torkel Patterson.
Baca juga: Jelang Olimpiade Musim Panas, WiFi Gratis Siap Hadir di Kereta Peluru Shinkansen
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman urbantransportnews.com (11/6/2019), pembangunan proyek baru ini bahkan seperti membuat terbengkalai proyek pertama sektor Mumbai-Ahmedabad yang kemungkinan akan ditunda hingga tahun 2023 mendatang dibandingkan dengan target pemerintah pada tahun 2022.
“Ada rencana untuk mengatur konektivitas kereta berkecepatan tinggi di lima lokasi lagi di India. Pembicaraan belum dimulai, tetapi rencananya ada di sana. Ini akan tergantung pada peluncuran proyek pertama yang akan dibangun antara mumbai dan ahmedabad,” ujar Patterson yang juga Wakil Ketua Asosiasi Kereta Berkecepatan Tinggi Internasional (IHRA).
Patterson mengatakan, ada rencana untuk membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi di New Delhi, Kolkata, Hyderabad, Chennai dan Bengaluru. JR-Central, sebuah perusahaan kereta api swasta Jepang yang sedang membangun jaringan rel berkecepatan tinggi antara Mumbai dan Ahmedabad.
Proyek kereta peluru Mumbai-Ahmedabad sepanjang 505 km yang akan dibangun dengan biaya sekitar $12 miliar secara resmi diresmikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi dan rekan sejawatnya dari Jepang Shinzo Abe pada bulan september 2017. Sedangkan MoU untuk proyek ini ditandatangani pada Desember 2015 lalu.
Kereta peluru ini, akan berjalan pada kecepatan maksimum 320 km per jam dan diharapkan dapat ditempuh dalam waktu dua jam tujuh menit antara Mumbai dan Ahmedabad. Nantinya dalam perjalanan kereta cepat itu akan melewati 12 stasiun.
Patterson mengatakan proyek kereta peluru itu akan beroperasi sebelum 2023 karena ada masalah terkait pembebasan lahan. Dia juga membicarakan harga tiket dan model pendapatan lainnya untuk mendukung ekosistem kereta berkecepatan tinggi.
Menurut Patterson, proyek kereta peluru, yang akan menggunakan teknologi Jepang yakni kereta Shinkansen, akan membawa transformasi dalam perekonomian India seperti yang terjadi pada Jepang. Patterson lebih lanjut mengatakan bahwa proyek-proyek kereta peluru tidak boleh dibangun di mana saja di suatu negara, tetapi hanya di sekitar pusat ekonomi.
Baca juga: Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India
Dia menambahkan bahwa alasan utama mengapa pemerintah Jepang memilih untuk membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi pertama di wilayah Mumbai-Ahmedabad karena Mumbai adalah pusat keuangan India dan AShmedabad adalah jantung dari perdagangan berlian negara itu.