Jembatan Kereta Bukit Duri, Klasik Dan Terlupakan

Jembatan kereta Bukit Duri (Youtube)

Jembatan kereta api, tak asing lagi di dunia, bahkan beberapa diantaranya ada yang termasuk dalam jembatan kereta tertinggi di dunia. Kali ini salah satu yang akan dibahas adalah jembatan kereta api Bukit Duri yang termasuk salah satu jembatan klasik.

Baca juga: The Causey Arch, Jembatan Kereta Tertua yang Kini Masih Bisa Dilihat Keberadaanya

KabarPenumpang.com mendapatkan fakta bahwa jembatan kereta ini ternyata berdiri kokoh selama 100 tahun lebih sejak April 1917. Membentang di atas sungai Ciliwiung Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Dulunya sempat disebut dengan Jembatan kereta Manggarai Selatan karena terletak di kelurahan Bukit Duri dan berbatasan dengan kelurahan Manggarai Selatan.

Jembatan kereta api Bukit Duri ini dibangun oleh perusahaaan kereta api BelandaNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij pada tahun 1876 di rancang oleh seorang arsitektur bernama Ingenieur J Plantema. Jembatan ini ternyata memiliki peran yang penting dalam dunia transportasi, dimana memiliki jalur ganda.

Pada masa kejayaannya dulu di era tahun 1930-an, sekitaran jembatan ini sangat indah dengan sungai Ciliwung yang juga masih bersih dan belum ramai dari pemukiman penduduk. Namun, kondisi kini tak lagi indah melainkan jauh dari kesan bersih dan apik.

Sebab, di sekitaran jembatan kereta Bukit Duri sudah banyak rumah yang dibangun rapat di bantaran kali Ciliwung. Selain itu juga ada tembok yang dibangun setinggi 2,5 meter yang menutupi jembatan ini. Tak hanya rumah tinggal, di sekitaran jembatan juga terdapat penjual bambu dan kayu. Sebenarnya untuk melihat jelas keberadaan jembatan kereta Bukit Duri tersebut, masih bisa melalui jembatan jalan raya Slamet Riyadi.

Baca juga: Grand Danyang-Kunshan, Jembatan Kereta Yang Panjangnya Melebihi Jarak Jakarta-Bandung!

Hal ini dikarenakan jembatan tersebut tepat berhadapan dengan jembatan kereta Bukit Duri. Tetapi, meski bisa melihat dengan jelas, bau sampah yang menyengat akan dirasakan. Karena sekitaran jembatan tersebut dijadikan tempat bongkar muat sampah.

Bila dihubungkan, ternyata jembatan kereta Bukit Duri tersambung dengan stasiun Jatinegara dan Manggarai. Kini, jembatan kereta Bukit Diri menjadi salah satu jembatan klasik.