Cathay Pacific bisa dibilang masuk dalam jajaran maskapai terbaik di dunia. Salah satu alasannya adalah flag carrier Hong Kong ini pernah meraih penghargaan “Airline of the Year” selama empat kali pada tahun 2003, 2005, 2009, dan 2014.
Baca juga: Cathay Pacific Hong Kong, Ternyata Didirikan oleh Orang Australia dan Amerika
Pencapaian tersebut bisa dibilang fenomenal karena tercatat hanya ada enam maskapai yang pernah menyandang gelar tersebut sejak pertama kali penghargaan tersebut dirilis pada tahun 2001.
Di antara deretan airlines yang masuk dalam jajaran maskapai top atau maskapai terbaik di dunia, beberapa dari mereka memang dilahirkan untuk itu, dengan sokongan dana besar dan kesiapan jumlah armada saat memasuk tahun layanan.
Sebaliknya, di antara mereka (deretan maskapai papan atas dunia) ada maskapai yang didirikan dengan dana dan kemampuan terbatas; termasuk Cathay Pacific.
Dilansir laman resmi perusahaan, Cathay Pacific didirikan pada 24 September 1946 oleh Sydney H. de Kantzow dan Roy C. Farrell.
Sydney merupakan pilot Royal Australian Air Force berkebangsaan Swedia/Polandia yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Sydney, Australia. Sedangkan Roy merupakan pria berkebangsaan Amerika yang menjadi pencetus dari penggunaan nama Cathay. Menurutnya, nama Cathay sendiri diambil dari nama abad pertengahan dari Cina.
Saat didirikan, Cathay Pacific hanya bermodalkan satu pesawat Douglas DC-3 bernama Betsy. Penamaan tersebut tidak berkenaan dengan maskapai dikarenakan sudah menyandang nama tersebut saat melakukan operasi penerbangan kargo selama Perang Dunia II.
Meski tercatat berdiri sejak September, namun Cathay Pacific sudah mengoperasikan Betsy secara komersial pada bulan Januari di Shanghai. Ketika itu, Betsy menerbangkan layanan kargo dari Sydney ke Shanghai.
Setelah menghadapi masalah dengan pihak berwenang China, Farrell dan de Kantzow memindahkan bisnisnya ke Hong Kong dan mendaftarkan maskapai baru sebagai Cathay Pacific Airways Limited. Layanan dimulai pada bulan September 1946.
Setelahnya, Cathay Pacific rutin mengoperasikan Betsy sebagai penerbangan kargo dari dan ke Sydney-Hong Kong. Selama beberapa bulan, Betsy berjuang membesarkan nama maskapai sendirian, sebelum pada akhirnya dibantu Niki dan satu DC-3 lain tanpa nama di akhir tahun 1946.
Seiring waktu, Cathay Pacific merevitalisasi pesawat lama dengan pesawat baru yang lebih canggih, seperti DC-4 pada tahun 1949 dan DC-6 pada tahun 1958, Lockheed Electra pada tahun 1959, memasuki era jet pada tahun 1962 dengan Convair 880, dan diikuti oleh Boeing 707 pada tahun 1971.
Kecanggihan pesawat baru membuat pesawat lama akhirnya dipensiunkan. Termasuk Betsy. Pesawat itu meninggalkan armada pada Agustus 1955, dijual ke Ansett Australia. Namun, dia bukan DC-3 terakhir yang meninggalkan maskapai. DC-3 lain dengan nomor registrasi VR-HDA tetap beroperasi hingga tahun 1961.
Baca juga: Airbus A350 Cathay Pacific Terbang dengan Satu Pilot Mulai 2025!
Sebagai pesawat pertama yang sangat berjasa membawa Cathay Pacific berada di posisi sekarang, Betsy begitu penting bagi maskapai. Itulah mengapa mereka akhirnya membeli Betsy kembali dan diabadikan di Museum Sains Hong Kong.
Selain itu, agar Betsy seolah tetap hidup lebih lama, bir andalan Cathay Pacific pun diberikan nama tersebut.