Italia benar-benar telah kewalahan dengan tingginya kasus positif dan kematian akibat corona. Melihat hal tersebut, Jerman pun menawarkan bantuan sekalipun negara tersebut sebetulnya juga menghadapi tingginya kasus corona. Namun, berkat penanganan maksimal serta dukungan teknologi canggih, Jerman berhasil menekan angka kematian. Maka dari itu, tak mengherankan bila Jerman sampai menawarkan bantuan untuk merawat pasien corona dari Italia.
Baca juga: Tanggap Wabah Corona, Airbus Produksi Visor APD dengan Printer 3D
Pada Sabtu pekan lalu, pesawat Airbus A310 milik Angkatan Udara Jerman versi Medevac (Medical Evacuation) dilaporkan mengangkut enam pasien Covid-19 dari Bergamo, Italia ke Bandara Cologne Bonn, Jerman. Menurut cuitan Angkatan Udara Jerman atau biasa dikenal Luftwaffe, setibanya di sana, pasien tersebut langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Akan tetapi, pasien ekspor dari Italia ke Jerman tersebut bukanlah rombongan perdana. Sejak pemerintah tersebut mengumumkan telah membuka rumah sakit di negaranya untuk pasien corona dari Italia, Jerman memang telah kedatangan banyak pasien dari dari Negeri Pizza. Menurut laporan The Hill, per 26 maret, Jerman telah menerima sekitar 50 pasien plus tambahan pasien sebanyak enam orang di hari Sabtu lalu sehingga total menjadi 56 pasien. Dengan peningkatan kasus corona yang masih terus terjadi, bukan tidak mungkin angkanya terus meningkat hingga hari ini.
“Setiap bantuan lintas batas sekarang penting. Itulah mengapa Bundeswehr (Pasukan Pertahanan Federal) membantu unit perawatan intensif Angkatan Udara kami untuk mengangkut orang-orang yang sakit parah dari Italia ke Jerman untuk perawatan. Eropa bersatu. ” ujar Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer, dalam sebuah cuitan, seperti dikutip businessinsider.sg.
Menurut Luftwaffe atau Angkatan Udara Jerman, sebetulnya Medevac mampu mengangkut total 38 pasien lengkap dengan berbagai peralatan pendukung dan tim dokter untuk perawatan sementara selama proses pemindahan. Hebatnya, itu belum termasuk enam ruang ICU untuk pasien yang terluka parah.
Selain itu, sejumlah peralatan yang lazimnya ditemukan di rumah sakit di darat pada umumnya, juga bisa ditemui di pesawat tersebut. Mulai dari ventilator, pompa jarum suntik, hingga defibrillator semua tersedia. Tak heran bila pesawat tersebut mampu melakukan penanganan medis kepada pasien berat virus corona. Belum lagi sistem ultrasonik dan monitor pasien yang semakin melengkapi ‘rumah sakit’ berjalan ala Angkatan Udara Jerman.
Meski demikian, Jerman masih belum puas. Saat ini, Negeri Panzer itu dikabarkan tengah berusaha memodifikasi pesawat serupa yang dalam kondisi normal mampu mengangkut penumpang 214 orang atau bisa juga difungsikan untuk mengisi bahan bakar pesawat dari udara-ke-udara dengan kapasitas 72 ton, semata agar bisa mengangkut lebih banyak pasien dari Italia.
Baca juga: Tujuh Penerbangan Ini Tak Lazim Akibat Corona, Nomor 6 Paling Aneh!
“Karena kita mendukung teman-teman Italia kita. Kami hanya bisa menghadapi ini (virus corona) bersama-sama,” kata Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas dalam sebuah pernyataan.
Jerman diketahui memiliki tingkat kematian akibat Covid-19 yang relatif rendah meskipun jumlah kasus corona di negara tersebut juga tergolong besar. Setidaknya, Jerman memiliki sekitar 71.690 kasus virus corona per tanggal 31 Maret lalu, dengan 774 orang di antaranya meninggal. Dengan begitu, angka kematian akibat corona di Jerman hanya 1,07 persen. Berbanding jauh dengan Italia yang mencapai angka 11,75 persen di tanggal yang sama.