Australia akhirnya punya maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) independen alias tidak terafiliasi dengan grup maskapai besar. Ini terjadi usai maskapai baru, Bonza, berhasil mendapat Air Operator Certificate (AOC) dari regulator Negeri Kangguru.
Baca juga: Ecuatoriana Airlines, Maskapai Baru yang Lahir Saat Maskapai Lain Terancam Bangkrut
Bila tak ada aral melintang, Bonza akan memulai perjalanan udara berjadwal pertama dalam beberapa bulan ke depan, meramaikan pasar LCC di Australia yang sebelumnya dimonopoli oleh Jetstar, anak perusahaan maskapai nasional Qantas.
Dilansir Newshub, Bonza besar kemungkinan akan menghindari rute ke kota-kota besar di Australia, yang selama ini sudah dikuasai Qantas dan Virgin Australia.
Sebagai gantinya, maskapai yang mengklaim lebih dari sekedar LCC atau ultra LCC ini akan memaksimalkan rute-rute lain ke dan dari tujuan populer lainnya di seantero negeri, menawarkan lebih banyak perjalanan melalui skema penerbangan point-to-point, bukan penerbangan hub. Ini tentu menarik mengingat Australia termasuk dalam 15 pasar penerbangan domestik terbesar di dunia.
Kolaborasi tiket super murah dan penerbangan point-to-point dari dan ke tujuan-tujuan populer dinilai akan menjadi satu kesatuan penting dalam merebut hati penumpang.
Berbeda dengan maskapai LCC pada umumnya di dunia, termasuk maskapai LCC baru semisal Super Air Jet, yang menggunakan pesawat-pesawat Airbus, maskapai LCC baru Bonza justru mengandalkan menggunakan Boeing 737-800.
“Misi Bonza adalah untuk mendorong lebih banyak perjalanan dengan menyediakan lebih banyak pilihan dan tarif ultra-rendah (ultra LCC), terutama ke tujuan rekreasi di mana perjalanan sekarang sering terbatas pada koneksi melalui kota-kota besar,” kata pendiri sekaligus CEO Bonza, Tim Jordan.
“Bonza akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi semua warga Australia, tetapi khususnya bagi komunitas regional dengan menyediakan rute baru dan peluang perjalanan yang lebih besar,” jelasnya.
“Bonza juga akan memainkan peran utama dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 Australia – menciptakan lapangan kerja, merangsang perjalanan dan belanja konsumen, serta membantu kawasan masyarakat, terutama yang mengandalkan pariwisata, bangkit kembali,” paparnya.
Lebih lanjut, CEO yang malang melintang di industri penerbangan selama 25 tahun bersama Cebu Pacific, Virgin Blue, dan FlyArystan -maskapai LCC pertama di Asia Tengah- ini akan didukung dengan kekuatan finansial perusahaan investasi swasta AS, 777 Partners.
Baca juga: Industri Penerbangan Loyo, ‘Warren Buffet-Nya’ India Malah Dirikan Maskapai Ultra LCC Baru
Perusahaan yang memiliki maskapai penerbangan populer di Kanada dan Asia Tenggara ini juga akan meresmikan Bonza secara langsung, yang diperkirakan akan berlangsung pada awal 2022.
“Ada peluang besar untuk berbuat baik dan melakukannya dengan baik dengan mendemokratisasikan perjalanan udara melalui biaya yang lebih rendah. Kami ingin meningkatkan pilihan konsumen dan membuat perjalanan lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh semua warga Australia,” ujar Josh Wander, Managing Partner 777 Partners.