Setelah pada artikel sebelumnya dikupas tentang dampak serangan siber (cyber attack) yang berimbas serius pada maskapai penerbangan, maka beberapa kasus telah membuktikan betapa parahnya serangan siber yang memengaruhi maskapai penerbangan.
Baca juga: Ini 7 Dampak Serangan Siber yang Berimbas Serius pada Maskapai Penerbangan
Berikut kami sarikan lima kasus serangan siber yang terkenal dalam dunia maskapai penerbangan.
1. Serangan WannaCry pada British Airways (2017)
Pada tahun 2017, maskapai British Airways mengalami gangguan serius akibat serangan ransomware WannaCry. Serangan ini menyebabkan gangguan besar pada sistem reservasi dan penerbangan, sehingga sejumlah besar penerbangan dibatalkan dan penumpang mengalami keterlambatan. Serangan ini juga mengancam data pribadi penumpang.
2. Serangan Petya/NotPetya pada Maskapai Penerbangan Ukraina (2017)
Pada tahun yang sama, serangan siber yang dikenal sebagai Petya atau NotPetya menghantam maskapai penerbangan Ukraina dan beberapa maskapai lainnya. Serangan ini mengganggu operasi penerbangan, membuat penumpang kesulitan untuk memesan tiket dan mengecek informasi penerbangan.
3. Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada Delta Airlines (2017)
Pada tahun 2017, Delta Airlines mengalami serangan DDoS yang menyebabkan gangguan pada situs web dan aplikasi mobile maskapai. Penumpang tidak dapat memeriksa jadwal penerbangan atau melakukan check-in online selama serangan ini berlangsung.
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) adalah jenis serangan siber yang bertujuan untuk membuat sumber daya komputer atau layanan online tidak tersedia bagi pengguna yang sah dengan cara menghambat akses ke layanan tersebut.
Serangan DDoS melibatkan penggunaan sejumlah besar komputer atau perangkat terdistribusi (bot) untuk secara bersamaan membanjiri sumber daya target dengan lalu lintas yang berlebihan.

4. Serangan Phishing pada Singapore Airlines (2020)
Pada tahun 2020, maskapai Singapore Airlines mengungkapkan bahwa akun milik sejumlah anggota program loyalitas pelanggan mereka telah diakses oleh pihak ketiga melalui serangan phishing. Data pribadi pelanggan, seperti nomor paspor dan poin milik mereka, mungkin terpengaruh.
5. Serangan SolarWinds pada Maskapai Amerika Serikat (2020)
Serangan siber yang menggunakan perangkat lunak SolarWinds sebagai vektor masuk menyasar beberapa maskapai penerbangan Amerika Serikat pada tahun 2020. Serangan ini mengakibatkan kompromi pada beberapa data operasional.
Baca juga: Situs Layanan Bandara di AS Dilumpuhkan Hacker Pro Rusia
Lima kasus di atas hanya beberapa contoh kasus serangan siber yang memengaruhi maskapai penerbangan. Serangan siber dapat berdampak signifikan pada operasi dan layanan maskapai, serta mengancam keamanan data pelanggan dan operasional. Oleh karena itu, industri penerbangan terus berupaya untuk memperkuat sistem keamanan siber mereka dan melindungi diri dari ancaman siber.