Setiap maskapai dan bandara cukup beragam dalam mendefinisikan penerbangan ultra jarak jauh, jarak jauh, menengah, dan jarak pendek. Maskapai-maskapai seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines tentu sudah jelas, hanya mengoperasikan penerbangan jarak jauh.
Baca juga: Fenomena Aneh Pramugari Pakistan, Manfaatkan ‘Layover’ untuk Kabur dan Minta Suaka di Negara Maju
Bandara Hong Kong menganggap sebagian besar tujuan Asia tergolong sebagai penerbangan jarak pendek. Sedangkan tujuan lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia merupakan penerbangan jarak jauh.
American Airlines menggunakan jarak penerbangan sebagai ukuran apakah itu penerbangan jarak jauh atau jarak pendek. Maskapai lain ada yang menilainya dari segi durasi. Penerbangan jarak pendek berkisar satu sampai tiga jam.
Sedangkan penerbangan jarak jauh berkisar enam sampai 12 jam. Adapun penerbangan tiga sampai enam jam merupakan jarak menengah.
Ada lagi maskapai yang menganggap itu penerbangan jarak jauh dan jarak pendek dari kapasitas kursi dan pesawat. Kapasitas kursi pada penerbangan jarak pendek biasanya hanya 100-200, menggunakan pesawat narrowbody Boeing 737 dan Airbus A320.
Sedangkan untuk jarak jauh mengangkut lebih dari 200 penumpang menggunakan pesawat widebody, seperti Boeing 777, 787, 767, 747, Airbus A330, A340, A350, dan A380.
Dari sudut manapun penerbangan jarak jauh dan dekat dinilai maskapai, yang pasti, bagi pramugari itu sama saja. Baik penerbangan jarak jauh 12 jam maupun penerbangan jarak dekat 30 menit, prioritasnya sama-sama keselamatan penumpang.
Tetapi tentu, dari sudut pandang pengalaman pramugari, terdapat banyak perbedaan antara penerbangan jarak jauh dan pendek.
Menurut Milano Hazrati, mantan pramugari Virgin Atlantic, seperti dilansir Aerotime Aero, penerbangan jarak jauh lebih banyak keuntungan dibanding jarak dekat.
Dari segi layanan, penerbangan jarak pendek lebih berfokus pada waktu dan pada penerbangan jarak jauh memberi pramugari atau kru pesawat banyak ruang dan waktu untuk membuat penumpang nyaman.
Penumpang nyaman berarti pramugari nyaman. Tak jarang, pada penerbangan jarak jauh, pramugari kerap menemukan teman baru yang pada akhirnya kerap menjadi sahabat atau bahkan pasangan hidup.
Selain itu, pada penerbangan jarak jauh, pramugari lebih mendapat banyak istirahat ketimbang jarak pendek. Kendati terlihat lebih simpel, penerbangan jarak pendek lebih membuat mereka (pramugari) lelah.
Sebab, sepanjang penerbangan mereka bekerja dan setelah mendarat pun mereka langsung beres-beres serta sederet pekerjaan lainnya. Itu harus dilakukan dengan cepat karena penerbangan lain menunggu.
Penerbangan jarak jauh yang menggunakan pesawat widebody juga menguntungkan pramugari, mulai dari kemudahan beraktivitas di dapur hingga mengakses lorong.
Baca juga: Masuk Usia 60 Tahun, Pramugari ini Enggan Pensiun
Demikian juga dengan pengalaman, penerbangan jarak jauh memberikan pramugari kesempatan untuk berlibur selama layover di negara asing di Eropa, Amerika, Asia, Australia, bahkan Timur Tengah, merasakan suasana kota, cuaca, musim, sosial budaya yang berbeda dengan negara asal.
Dari segi take home pay atau gaji yang didapat juga lebih besar. Kita tahu, pramugari memiliki tiga sistem gaji; away from base, duty time, dan actual flight time. Berhubung penerbangan jarak jauh yang diambil, biasanya sistem away from base lah yang diambil, beserta sederet tunjangan lainnya.