Miliarder India, Rakesh Jhunjhunwala, dikabarkan tuntas mendirikan maskapai baru di segmen ultra LCC, Akasa Airlines. Tak tanggung-tanggung, miliarder yang dijuluki ‘Warren Buffet-nya’ India tersebut sampai menggandeng mantan CEO IndiGo dan Jet Airways, Aditya Ghosh, serta mantan petinggi maskapai Delta Airlines, Vinay Dube, untuk mensukseskannya.
Baca juga: SpiceJet, Maskapai LCC dengan Reputasi Buruk Pada Pemeliharaan Rute
Kepada Bloomberg, Rakesh berencana mengguyur maskapai baru tersebut sebesar Rp503 miliar untuk kepemilikan saham sebesar 40 persen. Bila tak ada aral melintang, ia berharap segera mendapat no-objection certificate dari Kementerian Perhubungan India dalam 15 hari ke depan.
Maskapai ultra LCC baru Akasa Airlines selama empat tahun ke depan didesain mengoperasikan sekitar 70 pesawat berkapasitas 180 penumpang. Tetapi, tak disebutkan pesawat apa yang dimaksud.
Teka-teki pesawat apa yang bakal digunakan Akasa Airlines pun disebut oleh beberapa pakar sebagai ajang pertarungan antara dua produsen pesawat terbesar di dunia, siapa lagi kalau bukan Boeing dan Airbus.
“Akan ada pertarungan besar antara Airbus dan Boeing,” kata Nitin Sarin, Managing Partner firma hukum Sarin & Co, yang menasihati lessor dan maskapai penerbangan.
“Bagi Boeing, ini adalah kesempatan besar untuk masuk dan meningkatkan jangkauan mereka, mengingat mereka tidak memiliki operator besar lain untuk pesawat 737 mereka di India selain SpiceJet,” lanjutnya.
Menurut berbagai kabar yang beredar, Boeing disebut bakal mendapat pesanan dari maskapai dan menjadi salah satu kesepakatan pembelian pesawat terbesar tahun ini di luar Amerika Serikat.
Boeing sendiri menolak berkomentar. Tetapi, mereka menegaskan bahwa pihaknya selalu mencari peluang kapanpun dan dimanapun, bertemu operator, memberi beberapa masukan, dan menawarkan pesawat untuk kebutuhan operasionalnya.
Setelah bangkrutnya Jet Airways dua tahun lalu, maskapai LCC di India praktis menyisakan empat pemain; IndiGo, SpiceJet, GoFirst, dan AirAsia India. Dari keempat maskapai itu, mayoritas menggunakan pesawat-pesawat Airbus.
Adapun Boeing hanya mengambil ceruk 18 persen (sebelumnya 35 persen atau 570 pesawat saat Jet Airways masih beroperasi) dari keempatnya.
Baca juga: Wow, Harga Tiket Super Air Jet Lebih Murah dari Lion Air dan AirAsia! Ini Detailnya
Saat ini, seluruh maskapai India tercatat memiliki 900 pesanan pesawat. Dari jumlah tersebut, 185 di antaranya adalah pesawat Boeing 737 dan 710 sisanya adalah beragam tipe pesawat-pesawat Airbus.
Kendati India memiliki prospek tinggi di industri penerbangan, tetapi, Sarin mengingatkan, sulit berbisnis di kondisi seperti sekarang ini, ditambah ruwetnya regulasi dan berbagai hal negatif lainnya.