Sunday, April 6, 2025
HomeAnalisa AngkutanHarga Tiket Pesawat Naik Gila-gilaan, Bukan Hanya di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Harga Tiket Pesawat Naik Gila-gilaan, Bukan Hanya di Indonesia, Ini Penyebabnya!

Harga tiket pesawat naik gila-gilaan telah menjadi tajuk berita, bukan hanya di Indonesia tapi fenomena ini juga terjadi secara global. Meski begitu, kondisi yang terjadi di setiap negara bisa berbeda-beda, namun, secara umum pasca melandainya tren Covid-19, hampir semua negara mengalami lonjakan harga tiket pesawat yang sangat tinggi. Apa penyebabnya dan apakah mungkin harga tiket pesawat akan turun kembali?

Baca juga: Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Tiket Pesawat 20 Persen dari TBA Gegara Avtur Naik

Dikutip dari Simpleflying.com (7/6/2022), disebut bahwa harga tiket pesawat meningkat tajam lantaran didorong oleh kombinasi kekurangan tenaga kerja, kenaikan biaya bahan bakar, dan defisit kapasitas. Dalam kasus di Amerika Serikat, tiket pesawat naik 25 persen dalam 12 bulan terakhir, dimana untuk harga tiket di bulan April 2022 saja melonjak 16,8 persen di bulan April saja. Meskipun baru dilihat dalam satu pasar, tapi secara umum terdapat kondisi yang sama di banyak negara.

Di Amerika Serikat, kapasitas pesawat penuh karena lonjakan permintaan perjalanan. Namun, di satu sisi jumlah kursi yang tersedia menurun, dimana masih banyak maskapai yang tidak siap dalam pengoperasian pesawat sebagai dampak pandemi selama 2 tahun lebih. Tidak itu saja, maskapai juga banyak yang kekurangan pilot, yang lagi-lagi terkait dengan banyaknya pesawat yang di-grounded akibat pembatasan perjalana di era Covid-19. Jadi singkat katam, ini merupakan masalah penawaran dan permintaan yang sederhana.

Biasanya, kondisi di atas akan menjadi kabar baik bagi maskapai penerbangan, yakni lebih banyak uang yang didapat per penumpang dan menurunkan biaya operasional secara keseluruhan karena lebih sedikit pesawat yang terbang. Tapi kondisi itu terjadi di musim pasca Covid-19, karena tak sedikit maskapai menghadapi biaya operasional yang melonjak hanya untuk tetap mengudara.

Helane Becker, Analis Riset Senior di Cowen mengatakan kepada Bloomberg TV, “Biaya bahan bakar yang meroket (imbas konflik di Ukraina), ditambah biaya tenaga kerja yang naik, biaya sewa bandara yang naik, maka maskapai akan menghadapi tekanan inflasi yang besar dan perlu menaikkan harga tiket dan pada titik tertentu.”

Ada beberapa saran untuk membantu ‘menekan’ harga pesawat yang tinggi. Salah satunya dengan mulai menghabiskan poin frequent flyer, dengan asumsi Anda memiliki beberapa dan dapat menemukan kursi yang tersedia. Ada juga yang mengatakan fleksibilitas tanggal adalah kuncinya. Meskipun akan bervariasi dari pasar ke pasar, waktu pembelian adalah penting. Di AS, satu hingga tiga bulan dianggap sebagai waktu terbaik untuk memesan tiket penerbangan domestik untuk mendapatkan harga terbaik. Untuk tiket internasional, dua hingga delapan bulan dianggap sebagai waktu yang ideal untuk mendapatkan harga terbaik.

Baca juga: Kena Prank Tiket Pesawat Argentina-Qatar Rp20 Ribuan, Influencer Ini Tempuh Jalur Hukum

Jadi, apakah harga tiket pesawat yang lebih tinggi akan tetap ada, atau hanya sementara? Secara historis, harga tiket pesawat mengalami pasang surut, didorong oleh masalah seperti biaya tenaga kerja dan harga bahan bakar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru