Dua penumpang terpaksa diturunkan oleh pihak keamanan bandara, penyebabnya terbilang unik, yaitu penumpang tersebut diduga memiliki detonator bom jarak jauh. Padahal yang dimaksud berbeda, yaitu kedua penumpang menyalakan modem hostspot WiFi ketika di dalam kabin pesawat. Hal tersebut membuat pesawat GoJet pada 16 Januari 2020 tertunda keberangkatannya selama tiga jam.
Baca juga: Lontarkan Lelucon Soal Bom, Penumpang British Airways Dikeluarkan dari Pesawat
Insiden ini terjadi pada malam 16 Januari lalu di Bandara Metropolitan Detroit, Amerika Serikat dalam pesawat GoJet dengan penerbangan Delta Connection menuju Montreal. Seorang penumpang, Aaron Greenberg mengatakan, insiden menakutkan tersebut terjadi setelah awak kabin berulang kali meminta penumpang untuk mematikan hotspot WiFi pribadi mereka.
Namun, penumpang itu tidak menggubrisnya dan awak kabin akhirnya mengumumkan mereka akan memanggil polisi jika hotspot tersebut tidak dimatikan. KabarPenumpang.com melansir dailymail.co.uk (21/1/2020), Greenberg mem-videokan insiden itu dan membagikannya dalam Instagram story miliknya.
“Kami memiliki situasi di belakang pesawat. Polisi akan naik ke kabin untuk menilai situasi. Saya meminta semua orang duduk di kursi masing-masing dengan sabuk pengaman terpasang,” kata awak kabin dalam video tersebut.
Dalam pengumuman yang disiarkan, awak kabin mengatakan akan menutup pintu pesawat dan penumpang agar tetap duduk dan menyimpan barang bawaan mereka. Saat itu juga dikatakan, mereka menyusun rencana untuk penumpang yang diduga mengaktifkan hotspot tersebut.
“Berita baiknya adalah semuanya baik-baik saja, semua orang aman, pesawat kami aman. FBI ada di sini bersama kita,” tambah awak kabin itu.
Greenberg menambahkan, untuk pengamanan penumpang yang tidak mau mematikan hotspot-nya ada sepuluh kendaraan darurat dengan lampu menyala dan mengelilingi pesawat.
“Saya, pada awalnya, mengira ada seseorang yang benar-benar berbahaya di dalam pesawat, karena pilot mengatakan mereka berurusan dengan seseorang di belakang,” ujar Greenberg.
Greenberg menyebut ada dua penumpang yang diturunkan dari pesawat, yakni seorang pria dan wanita. Seorang juru bicara Otoritas Bandara Wayne mengatakan, bahwa penegak hukum telah tiba di bandara dengan hati-hati dan membawa dua penumpang, seorang wanita berusia 42 tahun dan seorang pria berusia 31 tahun keluar dari pesawat.
Baca juga: Saat Bom Ditemukan, Inilah Lokasi Pengamanan Sebelum Pesawat Didaratkan
Kedua orang itu dari Quebec dan ditahan untuk diinterogasi sebelum dibebaskan sambil menunggu penyelidikan tambahan. Penerbangan ditunda selama lebih dari tiga jam dan berangkat ke Montreal pada pukul 01.40 pagi waktu setempat. Pejabat tidak mengkonfirmasi nama koneksi hotspot WiFi yang digunakan.