Kereta Etihad Rail mengular di Al Mirfa, Abu Dhabi. Jalur kereta Al Mirfa ini adalah bagian dari jaringan kereta api Abu Dhabi – Dubai sejauh 256 kilometer yang baru rampung dikerjakan bulan lalu. Ini dipercaya akan memainkan peranan penting mengangkut penumpang dan barang antar emirat, utamanya Abu Dhabi dan Dubai.
Baca juga: Etihad Rail Buka Terowongan Kereta Terpanjang di Uni Emirat Arab
Jaringan kereta api Abu Dhabi – Dubai sendiri adalah bagian dari jaringan kereta api nasional pertama Uni Emirat Arab (UEA) yang mulai dikerjakan sejak tahun 2009 dan dibagi dalam beberapa tahap.
Laporan The National News, tahap satu yang menghubungkan Shah dan Habshan ke Ruwais telah dibuka pada tahun 2016 lalu. Jalur ini lebih ditujukan untuk kemudahan mengiriman barang (gas) dari banyak ladang gas di Shah dan Habshan ke pusat industri di Ruwais.
Tahap kedua, yang menghubungkan Ghuweifat di perbatasan dengan Arab Saudi ke Fujairah di pantai timur melewati Abu Dhabi, Khalifa Port, Jebel Ali Port, Dubai, Ajman, Al Ghail, sejauh 1.200 km, sedang dikerjakan dan progres pembangunannya sudah mencapai 70 persen.
Jalur di tahap kedua ini selain peruntukkan perpindahan barang juga untuk perpindahan orang atau penumpang. Diperkirakan ada sekitar lebih dari 36 juta per tahun di jalur tahap kedua ini pada tahun 2030 silam.
Kereta Etihad Rail akan melaju dengan kecepatan rata-rata 200 km per jam dengan satu rangkaian kereta mengangkut 400 penumpang. Ini akan memangkas waktu tempuh dari Abu Dhabi ke Fujairah menjadi sekitar satu jam 40 menit dan memangkas perjalanan dari Abu Dhabi ke Dubai menjadi hanya 50 menit.
Sayangnya, rekaman drone yang menunjukkan kereta Etihad Rail mengular di Al Mirfa baru-baru ini bukanlah kereta penumpang melainkan kereta barang. Karena memang untuk di awal, pembanunan jalur kereta api difokuskan untuk pengiriman barang.
Adapun kereta penumpang masih belum dirilis. Namun, penampakan kereta Etihad Rail baru-baru ini di lintas Abu Dhabi – Dubai menandakan jaringan kereta api nasional pertama Uni Emirat Arab sudah berada di depan mata.
Jalur kereta api UEA merupakan langkah kunci dan telah lama diperdebatkan. Jalur yang melintasi semenanjung Arab ini diprediksi akan mengubah perekonomian di sana, termasuk Dewan Kerjasama Teluk (GCC), kata Richard Thompson, direktur editorial Middle East Economic Digest.
Pembangunan jalur kereta api itu juga merupakan tanda ambisi UEA agar lebih ramah lingkungan. Negara ini memiliki salah satu jejak karbon per kapita terbesar di dunia, menurut Bank Dunia, dan transportasi berkelanjutan adalah salah satu pilar rencana pemerintah untuk menguranginya.
Baca juga: Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India
Kereta yang digerakkan oleh diesel dapat menghemat 2,2 juta metrik ton emisi gas rumah kaca setiap tahun melalui kapasitas angkutnya saja, kata pengembang.
Jumlah itu setara dengan menghilangkan 375.000 kendaraan dari jalan raya. Pembangunan jalur kereta ini memiliki potensi untuk kebutuhan listrik di masa depan, yang selanjutnya akan mengurangi emisi jika menggunakan energi terbarukan.