Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah, dimana maskapai Etihad Airways dan maskapai berbiaya rendah Air Arabia menyetujui kerjasama untuk membangun layanan penerbangan berbiaya murah pertama di Uni Emirat Arab. Kerja sama ini dihadirkan guna memenuhi permintaan pelancong yang akan berimplikasi pada peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata. Jika tidak ada aral melintang, maka nama yang dipilih untuk maskapai berbiaya rendah ini adalah ‘Air Arabia Abu Dhabi’.
Baca Juga: Low Cost Carrier, Ubah Peta Pasar Penerbangan Dunia
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thenational.ae (16/10), adapun maskapai baru ini rencananya akan beroperasi dari Bandara Internasional Abu Dhabi dan akan mendukung rencana perubahan di tubuh Etihad.
“Kemitraan yang menarik ini mendukung program transformasi kami dan akan menawarkan sesuatu yang baru kepada para pelancong, yaitu perjalanan murah dari dan ke Abu Dhabi. Nantinya ini akan melengkapi layanan kami sendiri,” ungkap Kepala Eksekutif Etihad Aviation Group, Tony Douglas.
“Kami berharap. maskapai baru ini dapat diluncurkan sesegera mungkin,” sambungnya.
Upaya kerja sama dengan Air Arabia ini merupakan kemitraan besar pertama Etihad Airways setelah mundur dari strategi pertumbuhan anorganik melalui investasi saham minoritas dalam maskapai global. Ini telah mengalihkan fokusnya pada lalu lintas point-to-point daripada mengangkut penumpang lintas dunia antar benua.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut terkait kapan maskapai baru ini akan beroperasi, berapa besaran saham yang dipegang oleh Etihad dan Air Arabia, hingga pesawat apa saja yang akan bernaung di bawah nama Air Arabia Abu Dhabi. Jika kelak maskapai baru ini beroperasi, maka Air Arabia Abu Dhabi akan menjadi maskapai kelima yang terdaftar di Uni Emirat Arab dan maskapai berbiaya rendah ketiga di region yang sama.
Baca Juga: Dielukan dan Selalu Dicari, Inilah Serba Serbi Low Cost Carrier
Adapun nanti, dewan direksi dari Air Arabia Abu Dhabi ini akan ditunjuk oleh eksekutif yang ada di Etihad dan Air Arabia. Selain itu, para eksekutif di dua maskapai ini juga akan mengarahkan strategi independen dan mandat bisnis dari Air Arabia Abu Dhabi.