Pil pahit harus kembali ditelan oleh produsen pesawat asal Negeri Paman Sam, Boeing. Setelah sebelumnya diberitakan bahwa karyawan di interal Boeing mengakui bahwa produksian mereka jelek, kini perusahaan yang bermarkas di Chicago ini harus menghadapi kenyataan yang lebih pahit. Pasalnya, Boeing tidak menerima pesanan pesawat yang masuk selama periode April 2019 kemarin.
Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8
Jika dikaitkan dengan insiden jatuhnya dua pesawat 737 MAX 8 yang dioperatori oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines, justru kosongnya pesanan masuk ini tidak hanya pada tabel 737 MAX saja, melainkan dari varian lain pun mengalami hal yang sama. Akankah ini menjadi suatu pertanda buruk bagi Dennis Muilenburg cs?
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sejumlah varian pesawat Boeing yang lainnya seperti 787 Dreamliner dan 777 juga belum ada yang memesan. Memang, saat ini dapur Boeing masih ngebul karena mereka masih mengerjakan pesanan yang masuk pada akhir bulan Maret kemarin, seperti Lufthansa yang memesan 20 unit 787, dan British Airways yang memesan 18 unit 777X.
Menurut laman cnn.com (14/5/2019), satu-satunya pesanan yang dilaporkan oleh Boeing untuk bulan April adalah entri pembukuan adalah empat pesawat 737 jet MAX yang telah dijual ke Boeing Capital di masa lalu dipindahkan ke lessor yang tidak dikenal bulan lalu. Boeing tidak menganggap hal tersebut sebagai pesanan baru. Sebagai gantinya, perusahaan mereklasifikasi penjualan yang sudah dilaporkan pada kuartal pertama.
Baca Juga: Rampung Pembaruan Software 737 MAX, Boeing Siap Serahkan Hasilnya ke FAA Guna Sertifikasi
Tidak satu pun dari model pesawat Boeing lainnya yang mengalami kecelakaan, dan maskapai belum melaporkan masalah keselamatan selain yang terjadi pada 737 Max. Tapi, masalah 737 Max bisa jadi alasan maskapai menunda pesanan untuk pesawat lain, kata Philip Baggaley, analis kredit utama untuk sektor transportasi untuk Standard & Poor’s.
Jika dibandingkan dengan tahun 2018 kemarin, pada bulan yang sama, Boeing melaporkan total 76 pesanan yang masuk ke perusahaan.