Friday, March 28, 2025
HomeAnalisa AngkutanDitinggal Mudik Pelanggan, LRT Jabodebek Manfaatkan untuk Percepatan Perawatan Kereta

Ditinggal Mudik Pelanggan, LRT Jabodebek Manfaatkan untuk Percepatan Perawatan Kereta

Penumpang LRT Jabodebek diprediksi menurun selama periode Angkutan Lebaran tahun 2025, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025 (22 hari). Hal ini dimanfaatkan untuk melakukan percepatan perawatan dan pemeliharaan kereta.

Baca juga: Mudik ke Sekitaran Jakarta selama Periode Lebaran 2025? LRT Jabodebek Tawarkan Promo Khusus

“Walaupun penumpang sepi, teman-teman kita tetap siagakan untuk posko. Trainset-trainset yang tidak kita jalankan, itu kita lakukan pemeliharaan secara rutin dan bergilir. Hari ini dua (trainset) selesai, besok dua, dua, dua,” jelas Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi.

Perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara bergiliran ini diharapkan tetap bisa maksimal melayani penumpang di periode Angkutan Lebaran 2025 sekaligus mempersiapkan diri usai periode Angkutan Lebaran 2025 berakhir.

“Artinya, sampai dengan nanti arus balik dan penumpang kita sudah kembali, sarana atau trainset ini bisa beroperasi dengan baik,” sambungnya.

Di periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, penumpang LRT Jabodebek drop sekitar 60 persen dibanding hari biasa. Hal ini dirasa wajar mengingat mayoritas penumpang LRT Jabodebek merupakan para pekerja.

Meski begitu, di periode lebaran tahun ini, LRT Jabodebek ditarget melayani lebih banyak pengunjung dibanding periode yang sama tahun lalu. Di periode lebaran tahun lalu, LRT Jabodebek melayani total 898.592 penumpang. Di tahun ini, LRT Jabodebek menargetkan ada sekitar 1.161.201 penumpang atau naik 29,22 persen.

Baca juga: “Flying Gang”, Rahasia LRT Jabodebek Bukukan OTP Tinggi Walau Terdapat Gangguan

Karenanya, LRT Jabodebek memberikan tarif yang lebih terjangkau selama cuti bersama libur Lebaran (28 Maret – 7 April 2025), yaitu mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000. Selain itu, selama periode ini, masyarakat juga dapat membawa sepeda non-lipat ke stasiun dan kereta, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi mereka yang ingin berolahraga atau berwisata.

“Kami sudah bisa memotret ya, biasanya di hari ke-2 dan ke-3 (libur lebaran) itu biasanya mesti banyak yang jalan-jalan ke tempat-tempat wisata. Ini sudah kita petakan,” pungkasnya.

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru