Seorang pilot yang berdomisili di New South Wales akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian netizen lantaran perlakuan kurang pantas yang ia terima dari Low Cost Carrier asal Negeri Kangguru, Jetstar Airways. Adalah James Hall-Thompson, yang tengah ‘berperan’ sebagai penumpang dari New South Wales menuju Sydney terpaksa dipindahkan ke tempat duduknya yang baru karena kekurangan fisik yang diidapnya.
Baca Juga: Tergelincir di Dalam Toilet, Seorang Penumpang Tuntut Rp2,2 Miliar ke Pihak Jetstar
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (7/1/2019), James sendiri mengaku baru saja menyelesaikan sebuah turnamen tenis di Sydney. Tak lama setelah pesawat bertolak, James dihampiri oleh seorang awak kabin dan memintanya untuk pindah.
“Awak kabin itu mengatakan bahwa manajernya telah memperhatikan lengan saya yang ‘kurang sempurna’ dan meminta saya untuk pindah tempat duduk,” tutur James.
Kala itu, James mendapatkan tempat duduk di samping pintu darurat. Sebagai penumpang yang duduk di samping pintu darurat, sudah lumrah hukumnya jika Anda akan dimintai kesediaan untuk membuka pintu tersebut semisal ada situasi yang cukup darurat. Nah, mengingat tangan dari James sedikit berbeda dari orang normal, inilah yang mendasari manajer awak kabin tersebut untuk memindahkannya ke tempat duduk yang baru.
Lengan kiri James diketahui tidak memiliki tulang radial yang membuatnya terlahir tanpa ibu jari, dan ibu jari tangan kanan James juga agak sedikit bengkok.

“Kendati saya tidak memiliki ibu jari kiri, tapi saya memegang lisensi pilot dan saya paham betul dengan standar keselamatan dalam dunia penerbangan,” terang James.
“Jika seseorang tidak mampu mengoperasikan pintu keluar darurat, saya mengerti bahwa mereka tidak boleh duduk di sana. Sebagai seorang pilot, saya menguasai semua tentang keselamatan. Saya tidak akan pernah duduk di sana jika saya tidak bisa membuka pintu darurat,” lanjutnya.
Kesal dengan perlakuan yang ia terima, James Hall-Thompson lalu mengajukan protes kepada pihak JetStar setibanya ia di rumah, tetapi James mengatakan bahwa perwakilan layanan pelanggan JetStar yang menerima teleponnya memintanya untuk setuju bahwa tindakan manajer kabin itu bukan diskriminasi.
Alih-alih terbawa emosi akibat perlakuan pihak JetStar tersebut, James malah berharap agar LCC asal Australia ini lebih meningkatkan kualitas dari awak kabinnya.
Baca Juga: Kasus Awak Kabin Jetstar: Tenaga Asing Dibayar Murah dengan Kerja Ekstra
“Saya ingin awak kabin mereka dilatih untuk lebih memahami bahwa penampilan fisik bukanlah indikasi kemampuan mereka secara keseluruhan,” katanya.
Sama seperti kasus-kasus lainnya, pihak JetStar hanya bisa meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh James.
“Kami secara tulus meminta maaf kepada James Hall-Thompson atas pengalaman buruk yang ia terima ketika mengudara bersama JetStar, dan kami telah menghubungi dia secara langsung,”