Operator kereta api Deutsche Bahn di Jerman sudah mulai melengkapi stasiun kereta api kecil dan menengahnya dengan mesin tiket berpemandu video. Mesin-mesin ini berjumlah sekitar seratus yang berada di sepuluh negara bagian.
Baca juga: Tengah Dikaji Pemerintah, Apakah O-Bahn Bakal Mengular di Indonesia?
Bahkan mesin tiket video terbaru diluncurkan pada bulan Juni 2020 di Stasiun Munich Moosach, tepatnya di jaringan Munich S-Bhan. KabarPenumpang.com melansir dari laman railtech.com (23/6/2020), kehadiran mesin tiket video ini dikatakan pemerintah Jerman menjadi salah satu hal baik untuk mengurangi kontak langsung di masa pandemi Covid-19.
Mesin tiket video tersebut berbeda dengan mesin tiket konvensional. Sebab mesin otomatis yang satu ini dilengkapi dengan mikrofon, pengeras suara dan dua layar di mana satu untuk mencari koneksi kereta yang akan dinaiki penumpang, dan satu lagi untuk komunikasi video langsung dengan penasihat kereta (petugas).
Kehadiran video percakapan dengan penasihat kereta ini untuk memudahkan penumpang perlu mengklarifikasi beberapa informasi atau ketika membutuhkan bantuan membeli tiket kereta melalu mesin. Secara fisik, penasihat tersebut berbasis di pusat layanan Deutsche Bahn dan berbicara dengan pelanggan melalui panggilan video call.
Saat ini Deutsche Bahn memiliki tujuh pusat layanan bantuan video. Mereka berlokasi Braunschweig, Kempten, Ludwigsburg, Saarbrücken, Schweinfurt, Schwerin dan Villingen. Nantinya pada akhir tahun perusahaan kereta tersebut akan menambah pemasangan 20 mesin jenis seperti ini.
Ternyata sejak April 2013 lalu saat mesin tiket berpemandu video ini pertama kali diluncurkan sudah lebih dari 646 ribu pelanggan menggunakan layanan tersebut. Popularitasnya bahkan meningkat setelah adanya pemasangan peralatan baru di seluruh Jerman.
Menurut data dari Deutsche Bahn layanan ini paling populer digunakan oleh penumpang di antara usia 30 hingga 59 tahun dengan presentase 48 persen. Sedangkan pengguna usia lebih dari 60 tahun sebanyak 32 persen. Namun pelanggan yang lebih muda atau di bawah 30 tahun hanya sekitar 20 persen.
Baca juga: S-Bahn, Jaringan Kereta Komuter Tulang Punggung Transportasi di Negeri Bavaria
Hal ini dikarenakan penumpang muda lebih suka menggunakan saluran distribusi lain seperti aplikasi seluler. Sementara tingkat kepuasan pengguna atas layanan ini mencapai 90 persen.