Invasi Rusia ke Ukraina mengundang banyak sanksi dari negara-negara Uni Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Terbaru, semua maskapai-maskapai asal Rusia dilarang melintas apalagi mendarat di 36 negara, dimana 27 di antaranya dari Uni Eropa.
Baca juga: Dikabarkan Hancur di Tengah Perang Rusia-Ukraina, Antonov An-225 Mriya Aman! Tapi Dikuasai Rusia
Sebagai balasan, Rusia juga telah mengumkan melarang maskapai dari 36 negara tersebut melintas ruang udara wilayah mereka. Secara geografis, letak Rusia yang berada di utara tidak terlalu menyulitkan maskapai-maskapai dari daftar negara yang dilarang. Sebaliknya, maskapai-maskapai Rusia sudah pasti kesulitan menjangkau tujuan lain di selatan, baik itu Afrika dan Amerika Selatan.
Menurut airlines-inform.com, sedikitnya ada 56 maskapai yang terdaftar di Rusia, mulai dari maskapai penumpang berjadwal, maskapai kargo, charter, maupun maskapai regional. Dari jumlah tersebut, lima teratas adalah Aeroflot Airlines, S7 Airlines, Rossiya Airlines, UTair Aviation, dan Ural Airlines.
1. Aeroflot
Dilansir Reuters, maskapai Aeroflot dikabarkan sudah membatalkan seluruh penerbangan ke Eropa dan negara-negara lainnya yang memberikan sanksi larangan operasional kepadanya dan terhadap maskapai Rusia lainnya.
Meski tidak ada laporan lanjutan bagaimana maskapai tersebut menjalankan penerbangan lain di luar negara-negara yang melarang, sudah pasti maskapai akan jauh memutar bila ingin terbang ke Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Terlebih, hub Aeroflot yang berada di Moskow, terletak cukup dekat dengan Uni Eropa dan jalur terbangnya pun sudah pasti akan melewati UE.
Larangan ini dikabarkan bakal membuat maskapai menderita kerugian sangat besar selama beberapa bulan ke depan. Hal ini tentu akan membuat maskapai terbesar di Rusia, dan salah satu yang terbesar di Eropa dan dunia itu kesulitan, usai bertahan dari ‘hantaman’ badai virus Corona.
Namun, di tengah pandemi virus Corona pada tahun 2020 lalu, mengoperasikan 283 rute terjadwal ke 56 negara di seluruh dunia dengan total 30,2 juta penumpang menggunakan 342 pesawat. Cukup besar dibanding maskapai lain di dunia.
2. S7 Airlines
S7 Airlines adalah maskapai swasta terbesar di Rusia. Sama halnya dengan Aeroflot, S7 Airlines juga memiliki jaringan penerbangan luas ke 181 kota di Rusia dan luar negeri. Maskapai ini menempati posisi ketiga maskapai terbesar di Eropa Timur versi Skytrax.
Maskapai S7 Airlines diketahui mengoperasikan total 101 armada, terdiri dari Airbus, Boeing, dan Embraer. Dengan larangan terbang dari 36 negara Uni Eropa dan lainnya, S7 Airlines juga cukup menderita, sebagaimana Aeroflot, karena memiliki rute internasional.
3. Rossiya Airlines
Rossiya Airlines adalah maskapai terbesar ketiga di Rusia dari segi penumpang. Selain itu, maskapai yang tergabung dalam Aeroflot Group, dengan bermain di segmen pasar LCC ini, juga salah satu maskapai penerbangan tertua di Federasi Rusia, dimana maskapai didirikan pada 7 Mei 1934.
4. UTair Aviation
UTair Aviation adalah maskapai Rusia yang berbasis di Bandara Khanty-Mansiysk. Maskapai ini silih berganti menempati posisi ketiga dan keempat terbesar di Rusia dengan Rossiya Airlines. Namun, dalam urusan penerbangan helikopter, maskapai menjadikan Bandara Internasional Moskow sebagai hun utamanya ini, adalah yang terbesar.
Baca juga: Aeroflot Airlines, Maskapai Terbesar Rusia dan Dunia Gabungan dari Maskapai Ukraina
5. Ural Airlines
Pada tahun 2016, Ural Airlines maskapai terbesar kelima dari segi penumpang, dengan total 6,4 juta, berbanding tipis dengan UTair Aviation. Maskapai penerbangan yang memiliki hub di Bandara Internasional Domodedovo, selatan Moskow, itu didirikan pada masa Uni Soviet, sama seperti empat maskapai di atas, tepatnya pada tahun 1943.
Di masa Uni Soviet, Ural Airlines adalah bagian dari Aeroflot. Namun, pada 28 Desember 1993 usai Uni Soviet bubar, maskapai akhirnya beroperasi secara mandiri sampai saat ini.