Di tengah perang Rusia-Ukraina atau lebih tepatnya invasi Rusia ke Ukraina, avgeeks seluruh dunia sempat dibuat deg-degan bukan kepalang. Bagaimana tidak, ‘warisan’ Uni Soviet yang hanya ada satu-satunya di dunia, Antonov An-225 Mriya dikabarkan hancur akibat agresi Rusia.
Baca juga: Antonov, Warisan Uni Soviet Milik Ukraina, Bukan Rusia!
Akan tetapi, hal itu rupanya hoax. Saat ini, pesawat kargo terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya masih aman berada di Hostomel atau Gostomel Airport meskipun kini berada di bawah kekuasaan Rusia.
Dilansir aviacionline, langit Hostomel Airport atau yang biasa juga disebut Antonov International Airport kemarin dikabarkan menjadi salah satu arena tempur antara helikopter Rusia dan Ukraina. Serangan dari dua helikopter tersebut kemudian dikabarkan menghancurkan Antonov An-225 Mriya yang tengah terparkir di hanggar bandara.
Kabar tersebut bahkan viral di media sosial dan beberapa media Eropa juga mengungkapkan hal tersebut, membuat informasi tersebut seolah benar adanya.
Namun, hal itu cepat-cepat dibantah oleh Dmitry Antonov, kepala pilot Antonov Airlines. Lewat postingan di Facebook pribadinya, ia memastikan pesawat tersebut aman dan tak ada kerusakan apapun akibat dari agresi Rusia ke Ukraina.
#Ukraine 🇺🇦: massive Russian helicopter assault ongoing on Hostomel and its vital airbase, just 15 km NW of #Kyiv pic.twitter.com/CCBy6yTQqt
— Thomas van Linge (@ThomasVLinge) February 24, 2022
“Teman-teman. Semuanya jatuh ke tempatnya. Hoax besar lagi. Pasukan Rusia berada di dekat Kiev. Bandara Gostomel sekarang berada di bawah angkatan udara Rusia. Peluang besar bahwa banyak pesawat akan mendarat malam ini. Sisi positifnya, Mriya masih utuh. Kami melawan dan kemuliaan bagi Ukraina,” katanya.
Antonov An-225 Mriya sendiri diketahui terbang perdana pada 21 Desember 1988. Ketika itu, Uni Soviet masih eksis meski sudah mengalami beberapa kemunduran. Setelah Uni Soviet runtuh pada 26 Desember 1991, perusahaan Antonov Airlines, termasuk pesawat Antonov An-225 Mriya, jatuh ke tangan Ukraina, bukan Rusia.
Mengingat posisinya yang rentah sebagai musuh Rusia, Ukraina pun mencoba bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutu di NATO. NATO sendiri coba memanfaatkan Ukraina untuk mendukung program SALIS atau Strategic AirLift International Solution melalui kerjasama stategis pada tahun 2018 lalu.
Kerjasama ini memberi NATO kemampuan transportasi kargo besar menggunakan pesawat An-22, An-225, dan IL-76, ke sembilan negara aliansi NATO, mulai dari Belgia, Republik Ceko, Prancis, Jerman, Hongaria, Norwegia, Polandia, Slovakia, Slovenia, dan Slovenia.
Baca juga: Inilah Bandara Boryspil, Bandara Terbesar di Ukraina Peninggalan Uni Soviet
Tentu saja Rusia geram dengan hal itu. Berbagai kemudahan transportasi udara menggunakan Antonov An-225 Mriya akan memudahkan mobilisasi tentara dan perlengkapan serta perlatan tempur NATO ke perbatasan Rusia.
Maka dari itu, tak heran, dalam agresi Rusia ke Ukraina, walaupun berpusat di timur dan selatan Ukraina, namun, kota lain seperti Kiev yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kelompok pro Rusia, tetap menjadi fokus serangan, salah satunya Bandara Internasional Antonov tempat pesawat terbesar di dunia Antonov An-225 Mriya berada.