Singapore AirShow 2020 yang dihelat mulai 11 – 16 Feb mendatang rupanya jadi ajang unjuk gigi Airbus. Dalam ajang tersebut, raksasa pabrikan pesawat asal Perancis telah memamerkan inovasi model pesawat terbarunya yang disebut MAVERIC (Model Aircraft for Validation and Experimentation of Robust Innovative Controls) sebagai prototipe teknologi model “Blended Wing Body”.
Baca juga: Evolusi Sayap Pesawat dari Waktu ke Waktu – Mulai dari Kayu Hingga Material Komposit
Dengan panjang 2 meter dan lebar 3,2 meter, serta luas permukaan sekitar 2,25 m², MAVERIC memiliki desain pesawat yang dinilai dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dibandingkan dengan pesawat satu lorong yang beredar saat ini. Konfigurasi “blended wing body” juga membuka kemungkinan baru untuk tipe dan sistem sistem propulsi, serta kabin serbaguna untuk pengalaman penumpang yang sepenuhnya baru.
Diluncurkan pada 2017, MAVERIC pertama kali mengudara pada Juni 2019. Sejak saat itu, serangkaian uji terbang terus berlangsung dan akan berlanjut hingga akhir kuartal kedua tahun 2020 atau pada bulan April hingga Juni mendatang.
RT @TravelEsquire: .@Airbus showcases #sustainabletravel at #SGAirshow2020 #AirbusMAVERIC, “our blended wing body ✈️ demo! An innovative shape for improved performance & an enhanced passenger experience.”
👉 https://t.co/1bldPQiKNP ht @FandaAviation #… pic.twitter.com/QpPvwotDvE— Jeana Travels (@SurfnSunshine) February 12, 2020
“Airbus memanfaatkan teknologi yang muncul untuk merintis masa depan penerbangan. Dengan menguji konfigurasi pesawat yang disruptif, Airbus dapat mengevaluasi potensi mereka sebagai produk masa depan yang layak,” kata Jean-Brice Dumont, EVP Engineering Airbus, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari situs resmi perusahaan, Rabu, (12/2).
“Meskipun tidak ada garis waktu khusus untuk masuk ke layanan, demonstrasi teknologi ini dapat berperan dalam membawa perubahan dalam arsitektur pesawat komersial untuk masa depan yang berkelanjutan secara lingkungan untuk industri penerbangan,” tambahnya.
Baca juga: KLM Gandeng TU Delft Kembangkan Pesawat Hemat Energi “Flying-V”
Di samping tengah mengejar target pengembangan MAVERIC, melalui sebuah ekosistem penelitian yang disebut AirbusUpNext, Airbus saat ini juga sedang mengerjakan sejumlah proyek demonstran secara paralel, mulai dari E-FAN X (penggerak hybrid-electric), fello’fly (penerbangan “formasi” berbentuk v) dan ATTOL (Autonomous Take-Off & Landing) yang telah berhasil menerbangkan pesawat dengan otomatis awal Januari lalu.
Akan tetapi, terkait konsep “Blended Wing Body”, sebetulnya Airbus bukanlah satu-satunya. Selalu ada pesaing abadi mereka, Boeing dalam urusan inovasi pesawat. Jauh sebelum Airbus meluncurkan pesawat MAVERIC pada 2017 silam, pesawat riset Boeing X-48C melakukan uji terbang untuk kesekian kalinya pada 9 April 2013. Dalam uji terbang kala itu, Boeing mengklaim telah mengunci keberhasilan penyelesaian program uji terbang delapan bulan untuk mengeksplorasi dan lebih memvalidasi karakteristik aerodinamis dari konsep desain Blended Wing Body.