Bukanlah satu pemandangan yang aneh jika jaringan kereta bawah tanah di Jepang selalu dipenuhi oleh para komuter. Layaknya di kota-kota besar di seluruh dunia, terutama pada jam-jam sibuk (peak hours), orang-orang ‘dikemas’ layaknya ikan sarden ke dalam kereta, dipaksa berdesak-desakan dengan orang asing yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka temui sebelumnya, dan kejadian ini terjadi hampir setiap hari – terutama hari-hari kerja.
Baca Juga: Ekinaka, Booth Working Space untuk Pekerja Mobile di Stasiun Kereta Jepang
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman qz.com (24/1/2019), Metro Tokyo menawarkan sebuah tawaran dimana penumpang bisa mengurungkan niatnya untuk bepergian menggunakan kereta di kala peak hours – ya, mie soba dan tempura gratis. Upaya ini ditempuh pihak Metro Tokyo guna mereduksi kepadatan yang selama ini terjadi di Tozai Line di Ibukota Jepang. Tozai Line diketahui sebagai salah satu jalur paling ramai di Tokyo yang menghubungkan distrik bisnis kota ke pinggiran kota Chiba.
Menurut salah satu juru bicara dari Metro Tokyo, tawaran ini berlaku sejak 21 Januari hingga 1 Februari 2019, dimana setiap penumpang yang datang sebelum jam sibuk di stasiun pada pagi hari dan melakukannya selama 10 hari berturut-turut, maka ia akan mendapatkan voucher mie soba gratis yang disajikan di restoran setempat.
Awalnya, para pejabat dari Metro Tokyo berharap bisa meyakinkan 2.000 komuter untuk mengubah waktu perjalanan mereka dengan imbalan makan tempura gratis – cemilan yang digoreng khas Jepang. Namun pada akhirnya Metro Tokyo menambahkan 1.000 meni mie soba ke dalam tawaran tersebut. Itu berarti, para komuter akan bisa mendapatkan tiga keuntungan sekaligus: tempura, mie soba, dan kereta yang tidak terlalu penuh.
Tidak sia-sia, rencana ini terbilang sukses karena pada 22 Januari kemarin, atau berselang dua hari setelah upaya penurunan tingkat komuter dilakukan, Tokyo Metro melaporkan ada sekitar 7.000 orang yang berpartisipasi dalam kampanye ini. Dukungan aktif dari para komuter juga menjadi salah satu kunci suksesnya kampanye ini.
Baca Juga: Stasiun di Jepang Akan Uji Coba Alat Deteksi Benda Berbahaya
“Mari kita makan mie soba gratis bersama-sama!”
“Mari bergabung dengan kampanye ini mulai besok!”
Begitulah kira-kira yang disuarakan oleh para komuter di jejaring sosial Twitter setiap harinya, tertanggal 21 Januari.
“Ini adalah jalur kami yang paling padat. Kami selalu berusaha mengurangi kepadatan penumpang di kala peak hours,” tutur juru bicara MetroTokyo, Takeshi Yamashita.
“Kami berharap ini bisa mendorong orang-orang untuk melanjutkan (naik kereta api awal) untuk membantu meringankan situasi crowded pada jam-jam sibuk,” tutupnya.