Program layanan kesehatan masyarakat atau National Health Service (NHS) dikabarkan telah merekrut eks pilot jet tempur untuk operasikan drone medis. Drone medis tersebut nantinya akan mendukung pengiriman sampel Covid-19, test kit, dan alat pelindung diri (APD) antar rumah sakit di Inggris.
Baca juga: Tak Seperti Garuda Indonesia, Japan Airlines Mulai Realisasikan Drone Kargo di Perkotaan
Guna mendukung rencana tersebut, beberapa orang dari berbagai latar belakang pun mendirikan Apian, sebuah perusahaan yang fokus untuk membangun jaringan koridor udara yang aman bagi drone listrik untuk dinavigasi melalui GPS yang didukung satelit, sebagai bagian dari NHS Clinical Entrepreneur Programme.
Tujuan dari pengoperasian drone medis di Inggris ini di antaranya untuk menghindari waiting list kurir ekspedisi, mengurangi beban kerja staf NHS, serta mengurangi kontak fisik antar orang per orang sebagai upaya meminimalisir risiko penularan virus Corona.
Saat ini, drone tersebut sedang diujicoba oleh eks pilot pesawat tempur RAF dan Royal Navy yang baru bergabung dalam proyek ini melalui perusahaan pelatihan pesawat tak berawak yang berbasis di York, Flyby Technology.
Uji coba drone medis NHS tersebut akan dipusatkan di Broomfield Hospital, Chelmsford, sebuah rumah sakit yang didirikan di atas sebuah lapangan terbang Royal Flying Corps bekas Perang Dunia I. Rumah sakit yang juga merupakan bagian dari Mid and South Essex NHS Foundation Trust akan didukung penuh oleh Anglia Ruskin University sebagai mitra akademis.
Christopher Law, dari Apian, mengatakan, “Covid-19 telah menghasilkan tantangan dalam logistik rantai pasokan NHS. Tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk menciptakan metode pengiriman persediaan medis yang lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan ramah lingkungan (kecuali menggunakan drone medis).”
“Kami yakin bahwa dengan menyiapkan layanan pengiriman drone medis, kami akan dapat menerbangkan sampel ke laboratorium secara lebih teratur, andal, dan cepat, untuk meningkatkan hasil kesehatan pasien,” tambahnya, seperti dikutip dari expressandstar.com.
Setelah uji coba drone berhasil, Apian akan lanjut melangkah ke fase berikutnya untuk membuat NHS Air Grid (NAG) Inggris, jaringan koridor udara aman yang dirancang untuk memungkinkan pengiriman drone dengan aman, cepat, dan efektif di seluruh NHS; bekerjasama dengan Otoritas Penerbangan Sipil (CAA), Badan Antariksa Inggris, dan layanan darurat khusus untuk mendukung koridor ini.
Drone medis NHS digadang bisa mengangkut maksimum 2kg kargo dan terbang sejauh 100km pada ketinggian 90m. Mengingat peran vitalnya sebagai bagian dari upaya melawan pandemi virus Corona dengan meningkatkan layanan medis, drone medis NHS dirancang untuk bisa dioperasikan dalam kondisi cuaca buruk.
Baca juga: Karyawan Airbus Banting Setir Jadi Relawan Medis Selama Pandemi Corona
Desainnya yang berupa drone hybrid, memiliki lima rotor dan sayap layaknya pesawat, membuat drone medis NHS juga lebih stabil untuk penerbangan jarak jauh.
Sejauh ini, dalam fase uji coba, drone medis NHS cukup bisa diandalkan. Drone medis dari proyek bernilai £1,3 juta atau sekitar Rp24 miliar (kurs 19.000) ini dilaporkan berhasil menempuh jarak 22km dalam waktu kurang dari 17 menit dan 11,5km dalam waktu sekitar sembilan menit.