Apakah akan ada perluasan jaringan Mass Rapid Transit (MRT)? Sepertinya iya dan virus corona atau Covid-19 yang tengah menjadi pandemi saat ini tak menghalangi rencana tersebut. MRT di Singapura misalnya, mereka akan memperluas jaringannya hingga 360 km pada awal tahun 2030-an.
Baca juga: Di 2030, MRT Jakarta Bakal Mengular Sepanjang 230 KM di Jabodetabek
Hal tersebut bahkan dikatakan langsung oleh Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan pada 22 Juni 2020. Dia mengatakan, Singapura tetap berpegang teguh dengan rencana perluasan MRT mereka ke 360 km tersebut. Khaw mengaku, perluasan ini akan ada beberapa penundaan karena pandemi Covid-19 yang mempengaruhi ketersediaan pekerja konstruksi.
“Rencana kami adalah memperluas jaringan MRT menjadi 360 km pada awal 2030-an. Kami berpegang teguh pada rencana ini. Akan ada beberapa penundaan karena dampak yang diinduksi Covid-19 pada ketersediaan pekerja konstruksi. Tetapi niat untuk memperluas jaringan MRT kami secara signifikan tetap tidak berubah,” kata Khaw yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (22/6/2020).
Khaw mengakui ,meski Covid-19 mengganggu permintaan transportasi umum, namun dampaknya hanya sementara. Dia mengatakan, bila pandemi berlalu maka permintaan untuk angkutan umum akan kembali pulih dan saat ini layanan kereta api di Singapura sendiri sudah pulih sekitar 40 persen.
Nah, jika Singapura akan memperluas jaringan hingga 360 km di tahun 2030, bagaimana dengan Indonesia? Ternyata Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta di tahun 2030 akan melakukan pembangungan jalur sepanjang 230 km.
Perluasan jaringan yang dikembangkan ini akan melingkupi wilayah Jabodetabek. Pada Juli 2019 lalu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, untuk pembangunan jalur MRT sepanjang 230 km akan dilakukan dengan pendekatan paralel atau secara bertahap dan berkelanjutan.
Di mana nantinya jalur sepanjang 230 km ini ada MRT line 1 hingga 10 dan tengah dibantu konsultasinya dengan pihak Jepang. William mengatakan, tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan fungsi institusi administratif dari sistem transportasi perkotaan dengan mempromosikan pengembangan kapasitas dan kerjasama antara organisasi terkait transportasi perkotaan di Jabodetabek dalam rangka pengembangan sistem transportasi umum perkotaan.
Baca juga: Manajer Stasiun SMRT Baik Hati, Penumpang Diberi $100
Meski begitu, rute ini masih dalam bentuk kajian dan belum ada dasar hukum yang menetapkan hasil kajian menjadi landasan pembangunan MRT tahap selanjutnya. Untuk diketahui berikut daftar 10 line MRT Jakarta yang mencakup target pembangunan 230 km jalur baru hingga 2030 mendatang, Lebak Bulus-Ancol Barat, Cikarang-Balaraja, Bandara Soetta-Kampung Bandan, Cilincing-Lebak Bulus, Karawaci-Senayan-Cawang-Cikarang, Lebak Bulus-Rawa Buntu-Karawaci, Bekasi Utara-Bekasi Selatan, Pluit-Grogol-Kuningan-Depok, Outer loopline dan Inner loopline.